Page 42 - Laptah Dit. SPO 2020 sesuai outline
P. 42

Rancangan Peraturan Badan POM tentang Perisa telah dibahas dengan pakar sebanyak 11

                              kali pertemuan dan selain itu Rancangan peraturan ini telah dibahas dengan Unit teknis di
                              lingkup Kedeputian III serta Biro Hukor Badan POM serta telah dilakukan Konsultasi Publik
                              tanggal 26 September 2019.


                              Ketentuan baru yang diakomodir dalam Rancangan Peraturan ini adalah:


                                a. Ketentuan terkait spesifikasi perisa selain harus memenuhi Kodeks Makanan Indonesia

                                 atau persyaratan lain, spesifikasi BTP Perisa juga harus memenuhi Peraturan Perundang-
                                 undangan di bidang Persyaratan Bahan Tambahan Pangan Campuran

                                b. Ketentuan terkait jenis pelarut sebagai ajudan perisa

                                c. Ketentuan terkait sumber bahan baku aromatik alami dan/atau sumber preparat perisa

                                d. Mengakomodir persetujuan penggunaan BTP senyawa perisa yang diajukan oleh pelaku

                                 usaha dari tahun 2016-September 2019 (Sekitar 13 senyawa perisa).

                              Hal yang direvisi dalam rancangan peraturan ini adalah:

                                a.  Istilah preparat perisa direvisi menjadi perisa kompleks alami

                                b. Istilah jenis perisa direvisi menjadi jenis bahan pembuat perisa.

                              Perubahan istilah tersebut dilakukan mengingat menurut tim ahli istilah yang baru lebih tepat

                              untuk digunakan.



                   3.7 IKU 7. RANCANGAN REVISI PERATURAN KEPALA BADAN POM NOMOR 2 TAHUN
                       2016 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PENGAWASAN PERIKLANAN PANGAN OLAHAN

                       3.7.1   RANCANGAN        PERATURAN       BADAN      POM     TENTANG       PENGAWASAN
                              PERIKLANAN PANGAN OLAHAN

                              Perkembangan  periklanan  pangan  yang  semakin  beragam  membutuhkan  alat  pengawasan

                              yang  komprehensif  dan  dapat  memudahkan  proses  pengawasan  periklanan.  Hal  ini  telah
                              diantisipasi  oleh  Direktorat  Standardisasi  Pangan  Olahan  melalui  penyusunan  Peraturan
                              Kepala Badan POM Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan

                              Pangan Olahan.

                              Sehubungan    dengan  adanya  permasalahan  terkait  iklan  pangan  olahan  yang  belum

                              terakomodir secara jelas dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 2 Tahun 2016 tentang
                              Pedoman Teknis Pengawasan Periklanan Pangan Olahan, antara lain iklan untuk Susu Kental
                              dan  Analognya,  penyesuaian  dengan  diberlakukanya  Peraturan  Badan  POM  Nomor  31



                                                                36
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47