Page 798 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 798

Apalagi Presiden Joko Widodo sudah memutuskan akan mengangkat dua nama untuk menjadi
              Wakil Menteri. Dua jabatan Wakil Menteri tersebut yakni Wakil Menteri Koperasi dan UMKM dan
              Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

              Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Said Iqbal. Dirinya menyebut kabar tawaran Said
              Iqbal untuk menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan adalah informasi bohong atau hoax.

              "Enggak ada hasil apapun. Tidak pernah ada pembicaraan tentang Wakil Menteri (di Istana).
              Hoaks," ujar Said Iqbal kepada  Okezone  , Selasa (6/10/2020).

              Sebagai  informasi,  kemarin  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Republik  Indonesia  (DPR-RI)
              mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi Undang-Undang.
              Pengesahan RUU Ciptaker ini diputuskan dalam Rapat Paripurna yang dimulai pada pukul 15.00
              WIB.

              Dalam rapat tersebut, ada 6 Fraksi yang menyetujui RUU Ciptaker. Ke-6 fraksi tersebut yakni
              PDI  Perjuangan,  Golkar,  Gerindra,  Nasdem,  Partai  Kebangkitan  Bangsa  (PKB)  dan  Partai
              Persatuan Pembangunan.

              Sementara itu, ada satu fraksi yang menerima dengan catatan yakni Partai Amanat Nasional.
              Dan dua fraksi yang menolak yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

              Sebelum diputuskan sebenarnya, rapat sempat memanas. Sebab fraksi Demokrat keukeuh untuk
              menolak dan meminta agar RUU Ciptaker ditunda pengesahannya untuk dibahas lebih dalam.
              Karena  tak  kunjung  diberikan  kesempatan  oleh  Pimpinan  rapat,  akhirnya  Fraksi  Demokrat
              melakukan  Walk Out  ..

              Fraksi Demokrat melalui Juru Bicaranya Marwan Cik Asan keukeuh untuk menolak RUU Ciptaker.
              Karena fraksi Demokrat menilai pembahasan RUU ini terkesan terburu-buru dan ada beberapa
              pasal yang perlu ditinjau ulang.

              Sebelum diputuskan sebenarnya, rapat sempat memanas. Sebab fraksi Demokrat keukeuh untuk
              menolak dan meminta agar RUU Ciptaker ditunda pengesahannya untuk dibahas lebih dalam.

              Karena  tak  kunjung  diberikan  kesempatan  oleh  Pimpinan  rapat,  akhirnya  Fraksi  Demokrat
              melakukan Walk Out.
              Fraksi Demokrat melalui Juru Bicaranya Marwan Cik Asan keukeuh untuk menolak RUU Ciptaker.
              Karena fraksi Demokrat menilai pembahasan RUU ini terkesan terburu-buru dan ada beberapa
              pasal yang perlu ditinjau ulang.

              “Demokrat  menyatakan  menolak  untuk  menjadikan  UU.  Harus  dilakukan  pembahasan  lebih
              utuh," kata Marwan.

              (rzy)
















                                                           797
   793   794   795   796   797   798   799   800   801   802   803