Page 157 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 SEPTEMBER 2020
P. 157
Pengembangan soft skill seperti kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial,
komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme.
"Banyak sekali teman-teman kita penyandang disabilitas itu sangat potensial tapi ada rasa
kurang percaya diri," ujar Nora.
Selain pengembangan soft skill kepada pekerja penyandang disabilitas, Nora juga mengatakan
perlu ada pengembangan kemampuan yang sama untuk dunia kerja demi menciptakan
lingkungan yang kondusif dan inklusif untuk penyandang disabilitas.
Kemnaker sendiri, ujar Nora, sudah dan akan terus melakukan langkah-langkah untuk
meningkatkan jumlah penyandang disabilitas yang menerima kesempatan bekerja di sektor
formal.
Selain memberikan pelatihan sesuai kebutuhan industri di balai latihan kerja, Kemnaker juga
sudah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Pada Juli 2020, Kemnaker menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian BUMN
untuk penempatan pekerja disabilitas yang memastikan komitmen BUMN mempekerjakan paling
sedikit dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai, sesuai dengan UU No. 8 Tahun
2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Menurut data Kemnaker per Agustus 2019 di Indonesia terdapat 20.728.227 orang merupakan
penduduk usia kerja yang memiliki disabilitas, 11.548.202 orang di antaranya perempuan dan
9.480.025 orang adalah laki-laki.
156

