Page 520 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 520

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                          dkk  (ed.),  Bappenas dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1945-2025,
                                          (Jakarta:  LP3ES,  2012).  Lihat  juga  Keputusan  Presiden  Republik  Indonesia,  Nomor  319
                                          Tahun 1968 tentang Rentjana Pembangunan Lima Tahun, Departemen Penerangan RI,
                                          Rentjana Pembangunan Lima Tahun, 1969/70-1973-74 (Jakarta: Departemen Penerangan
                                          RI, 1969).
                                    9     M. Dawam Rahardjo,  Intelektual, Inteligensia, dan Perilaku Politik Bangsa: Risalah
                                          Cendekiawan Muslim, (Bandung: Mizan, 1993), hal. 321-322. Lihat juga, Ali Moertopo,
                                          Strategi Pembangunan Nasional,  (Jakarta:  CSIS,  1982),  Sumitro  Djojohadikusumo,
                                          Indonesia dalam Perkembangan Dunia; Kini dan Masa Datang, (Jakarta: LP3ES, 1976)
                                    10    Aswab Mahasin, “Marhaban”, Prisma, No. Ekstra, Tahun XIII, 1984, hal.2.
                                    11    Kajian mengenai kelas menengah Indonesia, khususnya kelas menengah santri, pernah
                                          diulas dalam majalah Prisma edisi Februari 1984. Pada edisi tersebut dikaji secara mendalam
                                          perihal  struktur  sosial  Indonesia  yang  berporos  pada  kelas  menengah.  Lihat  Aswab
                                          Mahasin, “Kelas Menengah Santri: Pandangan dari Dalam,” dalam Tanter dan Young, ed.,
                                          Politik Kelas Menengah Indonesia, terj. Nur Iman Subono, dkk., (Jakarta: LP3ES, 1996), hal.
                                          153-158. Lihat juga, M. Syafi’i Anwar, Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian
                                          Politik Tentang Cendekiawan Muslim Orde Baru, (Jakarta: Paramadina, 1995), khususnya
                                          bab II, “Munculnya Kelas Menengah Santri Baru”, hal. 109-142, Rahardjo, Intelektual,
                                          Inteligensia,….. hal. 330.
                                    12    Mahasin, “Kelas Menengah Santri,…..hal. 153-158.
                                    13    Pada tahun 1987 buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh sebuah
                                          kelompok studi di Ciputat. Lihat, Muhammad Kamal Hassan,  Modernisasi Indonesia:
                                          Respon Cendekiawan Muslim, terj. Ahmadie Thaha (Jakarta: Lingkaran Studi Indonesia,
                                          1987).
                                    14    Kamal Hassan, “Modernisasi Indonesia,…hal. 19-29. Lihat juga, Muhammad Kamal
                                          Hassan, “Muslim Ideological  Responses to the Issue of Modernization in Indonesia,”
                                          dalam Ahmad Ibrahim, Sharon Shiddique, dan Yasmin Hussain, ed., Reading on Islam in
                                          Southeast Asia (Singapore, Institute of Southest Asian Studies, 1985), hal. 362-365.
                                    15    Kamal Hassan, “Muslim Ideological Responses,……hal. 366-371..
                                    16    Rahardjo, Intelektual, Inteligensia,…… hal. 325.
                                    17    Bahtiar Effendy,  Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam
                                          di Indonesia,  (Jakarta:  Paramadina,  1998),  hal.  113-115.  Parmusi  didirikan  pada  20
                                          Februari 1968, di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun, dua aktivis
                                          Muhammadiyah, dan kemudian digantikan oleh M.S. Mintaredja pada 1970, melalui
                                          kudeta John Jaelani Naro, salah seorang ketua partai yang mempunyai hubungan dekat
                                          dengan Ali Murtopo. Pada Pemilu 1971, Parmusi hanya memperoleh 9,3% suara.
                                    18    Rahardjo, Intelektual, Inteligensia,…. hal. 325-326. Pandangan ini dibawakan oleh mantan
                                          pimpinan HMI tahun 1950-an dan dari Angkatan 1966. Mereka itu diwakili oleh tokoh-
                                          tokoh seperti Bintoro Tjokroamijoyo, Deliar Noer, Barli Halim, Madjid Ibrahim, Zainul Yasni,
                                          Omar Tusin, Bustanul Arifin, dan Hariry Hadi.
                                    19    Rahardjo, Intelektual, Inteligensia,…. hal. 326.
                                    20    Dibentuk pada tanggal 7 Juli 1970, Bineksos dihadirkan seiring adanya kemungkinan
                                          kerjasama  dengan  lembaga  Jerman  FNS  (Friedrich  Naumann  Stiftung)  yang  kala  itu
                                          memerlukan organisasi berbadan hukum di Indonesia sebagai counterpart. Maka setelah
                                          FNS memiliki  counterpart  bernama Bineksos, disepakatilah pendirian LP3ES pada 19
                                          Agustus 1971 yang selanjutnya dikukuhkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman
                                          Nomor. Y.A. 5/36/12, 22 Januari 1973. Guna memperkokoh posisinya sebagai LSM,
                                          LP3ES selanjutnya mendaftarkan diri secara organisasi di Direktorat Jenderal Sosial Politik,
                                          Departemen Dalam Negeri pada 26 September 1996.
                                    21    Setelah Nono Anwar Makarim, beberapa nama tercatat pernah dipercaya sebagai direktur
                                          LP3ES, di antaranya: Tawang Alun, M. Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin, dan Enceng
                                          Sobirin.
                                    22    Tim LP3ES, “Kilas Balik Perjalanan LP3ES”, dalam LP3ES: Kenangan 35 Tahun, (Jakarta:
                                          LP3ES, 2006), hal. xi-xiv.






                    504
   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525