Page 582 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 582

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                          katrangan njang soenggoe-soenggoe dia orang soeda datang dari Meka
                                          djadie hadjie. Andenja tiada bisa menundjuken apa njang mistie perloe
                                          djadie hadjie dan tiada boleh dia orang djadie nama hadjie. Begitoe
                                          djoega itu sebelas orang terseboet die dalam soeratnja Wedono Lassam
                                          tanggal 30 Agustus 1858 Nomor 452 njang itoe orang suda trang dia
                                          poenja pepriksaan die sienie tiada tersangkoet perkara politie oetawa
                                          laen-laennja sebetoelnja toeroet djalannja agama Islam. 49





                                    Uji kelayakan haji tidak berhenti pada penyelidikan kelakuan baik saja, namun
                                    juga wajib memenuhi kriteria seperti di atas. Kegiatan ini pernah diberlakukan
                                    oleh Bupati Tegal, Rangga Pati, dalam suratnya tertanggal 11 Agustus 1858
                                    kepada Residen Tegal, disampaikan;

                                          “… bersama inie soerat kita orang hatoerkan kepada kandjeng Toean
                                          Resident 3 orang njang mare minta pas voor pigie hadjie die Mecca
                                          seperti: (1). Orang lelaki nama Kaslim dessa Tambak Lor; (2) Orang lelaki
                                          nama Djeman dessa Tambak Kidul; dan(3)  Orang lelaki nama Noeridjaman
                                          dessa Kambangan, District Doekoeringin

                                          Orang No.1 bawa roepa f 70 ringgit perak specie, 1 picool bras, setengah
                                          picool loijang, 1 petie isie kain, sendjatanja satoe kris, njang diekasie
                                          tinggal boeat maka dia poenja binie roepa100 sangga padie, f 40 recepies,
                                          2 karbo, 1 pendok mas.


                                          Orang No.2 bawa roepa f 100 ringgit perak specie, 3 picol bras, 1 picoll
                                          loijang, njang die kasie tinggal boeat makan dia poenja binie f 40 recepies,
                                          100 sangga padie, 5 tjintjin mas, 1 passang soebang mas, 20 badjoe item,
                                          1 karbo.

                                          Orang njang No. 3 bawa roepa f 60 ringgit perak specie, setengah picol
                                          bras loijang, 1 petie isie kain, 1 krandjang isie kelapa, sendjata satoe
                                          golok, njang dikasie tinggal boeat makan dia poenja anak binie roepa f
                                          10 recepies, 100 sangga padie. 50





                                    M.C.Ricklefs mengatakan bahwa seiring dibukanya Terusan Suez pada tahun
                                    1869, jumlah jamaah haji Nusantara meningkat tajam. Hal ini bertalian dengan
                                    pengalihan jalur-jalur pelayaran utama Asia Tenggara - Eropa ke Laut Merah.
                                    Pada tahun 1850-1860-an jumlah orang Indonesia yang naik haji setiap tahunnya
                                    berkisar angka rata-rata sekitar 1.600 orang. Sekitar satu dekade berikutnya,
                                    jumlahnya naik menjadi 2.600 orang, pada tahun 1880-an berjumlah 4.600
                                    orang, dan pada akhir abad tersebut mencapai jumlah lebih dari 7.000 orang.
                                                                                                             51



                    566
   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587