Page 588 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 588
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
hendak berlajar ke Padang ini baharoe dibajar sewa kapal jang hendak
ditompang, dibajar itoe sewa dimoeka consul, tetapi ini satoe kali tiada
begitoe. Kerna chabarnja ada satoe orang Hollanda masoek Islam orang
kata namanja Prekoloos, dia berdjanji dengan Radja Mekkah sopaja dia
akoe kapal dan dibajar sewa kapal di Mekkah dalam itoe dia beri oewang
bahagian kapada Radja, berapa banjak dia beri saja tiada taoe, sebab
itoe Radja kasi perintah kapada syech Djoemaat siapa orag jang akan
toeroen dibajar oetang sewa kapal 37 ringgit Hollanda ka Padang. Ka
Poelau Pinang (Straits Settlement) 31 ringgit boeroeng, Ka Djawa sama
dengan ka Padang. Djikaloe siapa jang tiada maoe bajar akan ditangkap
oleh laskar dan djikaloe sjech-sjech beri djalan orangja tiada dengan bajar
sewa kapal itoe sjech nanti dihentikan dari pada pekerdjaannja, sebab itoe
sjech minta sewa kapal kepada kami dan kami bajarlah sewa 37 ringgit
kapada sjech dan sjech bajar kapada Radja Mekkah baharoe kami boleh
toeroen ka Djeddah. Sampei di Djeddah saja liat ada banjak kapal tetapi
tiada boleh kami naik di lain kapal ... ” 62
Untuk menjaring calon jamaah haji sebanyak-banyaknya, para agen pelayaran
banyak yang mengeluarkan pamflet, reklame ataupun sejenisnya yang
disebarkan ke seluruh penjuru kota. Isi dari iklan tersebut umumnya berupa
fasilitas yang diberikan ketika di kapal. Perang iklan pun terjadi semata-mata
untuk menunjukkan agennya yang menyuguhkan pelayanan terbaik selama
berlayar. Salah satu bentuk reklame yang berisi informasi keberangkatan jamaah
haji pada 2 Februari 1893, adalah sebagai berikut;
Sewah dari Betawi
Passagiers orang-orang tuwa f. 95,
“anak-anak” f. 47, 50.
Harga menoempang f. 95. Satoe orang troes sampai di Djeddah dan anak-
anak oemoer dibawah 10 taoen baijar separo harga, anak jang menetek
tidak baijar.
Di kapal dapet
Pagi-pagi nassi sesoekanja dengan daging assin bratnja 4/10 kati, garem
dan Lombok.
572

