Page 259 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 259

I Gusti Ketut Pudja      245



               di Yogyakarta menyelenggarakan konferensi untuk membentuk
               Panitia Gabungan Perjuangan Sunda Kecil dan menelurkan sejumlah
               resolusi yang intinya menuntut penegakan kembali negara kesatuan
               Republik Indonesia. 109

                                                           Kembali ke pangkuan ibu
                                                           pertiwi  di  Yogyakarta
                                                           melalui  Trowulan  setelah
                                                           menjalani     hukuman
                                                           penjara Pekambingan di
                                                           Denpasar  tahun  1946.
                                                           (Sumber:       Museum
                                                           Prumusan        Naskah
                                                           Proklamasi)











                      Pudja dibebaskan pada 16 Maret 1948, tetapi ia tidak kembali
               ke Bali  melainkan langsung membantu  Presiden Sukarno untuk
               urusan pemerintahan di dalam negeri ketika pemerintah Republik
               dialihkan ke Yogyakarta. Sebagai  pejabat yang  diserahi tanggung
               jawab mengawasi jalannya pemerintahan daerah ia sering berkeliling
               bersama Sukarno untuk melakukan negosiasi dengan  penguasa 15
               negara bagian agar mereka bersedia kembali membangun NKRI. Ia
               berulang kali mewartakan tentang perjuangan pemuda  yang masih
               terus berlanjut di  daerah  pegunungan di Bali untuk melawan
               kekuasaan  Belanda  dan  menegakkan  Republik.  Dengan  penuh
               keyakinan ia mengatakan bahwa  apabila diadakan plebisit  di Bali
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264