Page 285 - Naskah Gubernur Pertama di Indonesia
P. 285
G.S.S.J Ratulangi 271
NICA adalah bagian dari tentara Australia yang bertugas membantu
menjaga keamanan dan ketertiban dan mengembalikan
pemerintahan sipil di wilayah kekuasaan tentara Australia. Rencana
pembentukan pemerintahan sipil telah dipersiapkan sebelumnya di
Brisbane, Australia, sebagai realisasi Anglo-Dutch Civil Affairs
Agreement pada 15 Agustus 1945, yang menyatakan Inggris akan
menyerahkan kekuasaan sipil di Indonesia kepada Belanda setelah
tugas Sekutu selesai.
Untuk menjalankan pemerintahan NICA di Morotai
ditempatkan Chief Commanding Officer NICA (Chief CoNICA) untuk
mendampingi Panglima Tertinggi Tentara Australia di Morotai yang
bertanggung jawab atas seluruh wilayah Timur Besar dan
Kalimantan, kecuali Bali. Daerah-daerah yang sebelumnya dipimpin
oleh residen digantikan pejabat CoNICA; jabatan asisten residen atau
kontrolir digantikan opsir NICA.
NICA yang dikepalai oleh Mayor Wagner mulai melancarkan
propaganda melalui selebaran. Setelah pendaratannya di Makassar,
disusul pendaratan KNIL, NICA langsung mengambil alih tangsi
tentara Jepang di Mariso, dan melepas semua bekas pegawai Hindia
Belanda dan pasukan KNIL yang masih berada dalam penjara. Oleh
Mayor Wagner, semua bekas KNIL, baik yang ditawan oleh Jepang
maupun yang berada di tengah masyarakat, direkrut dan
dipersenjatai kembali, sedangkan bekas pegawai Hindia Belanda
dipekerjakan kembali dan ditempatkan pada kantor CoNICA
(Commanding Officer NICA) yang sudah dibentuk. Di antara pasukan
KNIL yang dipersenjatai terdapat orang-orang Ambon.
NICA mulai bertugas di Makassar pada 22 September 1945
setelah Brigadir Jenderal Iwan Dougherty membacakan
pengumuman dalam suatu rapat umum di Makassar bahwa Mayor
Wagner, Komandan NICA, diangkat sebagai wakil Pemerintah Hindia
Belanda. Selanjutnya, Mayor Wagner berkantor di Jalan Karebosi
(sekarang Jalan Ahmad Yani, Kantor Walikota Makassar). Namun,
baru beberapa hari bertugas, Wagner digantikan oleh Letnan Kolonel
Dr. C. Lion Cachet (Oktober 1945) yang pernah menjadi Sekretaris
Timur Besar di Makassar, dan diangkat sebagai CoNICA yang

