Page 52 - Pedoman-Evaluasi-Mutu-Gizi-dan-Non-Gizi-Pangan
P. 52
ditentukan dengan menggunakan persamaan kurva standar
larutan amilosa.
b. Perhitungan Kadar Amilosa
(%) = 100%
Keterangan:
C = Konsentrasi amilosa (mg/mL)
V = Volume akhir sampel (mL)
FP = Faktor pengencer
W = Berat sampel (mg)
2.4 Penetapan Serat Pangan
Serat pangan didefinisikan sebagai bagian dari komponen
pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan
manusia. Definisi ini diperluas lagi sehingga seluruh polisakarida dan
lignin yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan manusia
termasuk ke dalam serat pangan. Didasarkan atas fungsinya di
dalam tanaman, serat pangan dibagi menjadi tiga fraksi utama, yaitu
(a) Polisakarida struktural, terdapat dalam dinding sel dan terdiri dari
selilosa dan polisakarida non-selulosa (hemiselulosa dan substansi
pektat); (b) Non-polisakarida struktural, sebagian besar terdiri dari
lignin; dan (c) Polisakarida non struktural, termasuk gum dan
mucilage serta polisakarida lainnya seperti karagenan dan agar dari
alga dan rumput laut.
Berbagai metode telah dikembangkan untuk menganalisis serat
pangan, akan tetapi metode Van Soest dan berbagai modifikasinya
masih banyak digunakan orang karena lebih mudah dan relatif lebih
cepat. Dengan menggunakan metode ini dapat ditentukan kadar
serat detergen asam (SDA) dan serat detergen netral (SDN). SDA
sebagian besar terdiri dari selulosa dan lignin dan sebagian kecil
hemiselulosa dan substansi pektat, oleh karena itu SDA dianggap
43

