Page 372 - Perdana Menteri RI Final
P. 372

Kabinet formateur Ali Sastroamidjojo mengadakan
      hearing dengan Partai Masyumi tentang                                                                                                                                                                                    Kabinet formateur Ali Sastroamidjojo melaporkan
      pembentukan Kabinet pada tanggal 9 Maret 1956                                                                                                                                                                            kepada Presiden Sukarno, bahwa kabinet baru
                                                                                                                                                                                                                               telah tersusun pada tanggal 1956
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                                                                                               Perpustakaan Nasional Republik Indonesia



                                                                                                                                                  kabinet  Bruhanuddin  Harahap  yakni  Soenarjo   Dalam keterangan pemerintah di DPR, Ali

                                                                                                                                                  (NU-Menteri Dalam Negeri); Soedibjo (PSII-     Sastroamidjojo    menyampaikan      program
                                                                                                                                                  Menteri Penerangan); dan Moh. Iljas (NU-       kabinetnya yang diberi judul “Program
                                                                                                                                                  Menteri Agama). 50                             Pembangunan  Nasional”  yang  difokuskan
                                                                                                                                                                                                 untuk menciptakan usaha-usaha pembangunan
                                                                                                                                                  Kabinet  Ali-Roem-Idham  dilantik  pada  24
                                                                                                                                                                                                                                           52
                                                                                                                                                                                                 di segala bidang secara berencana dan teratur.
                                                                                                                                                  Maret 1956 dan mulai bekerja dua hari kemudian
                                                                                                                                                                                                 Kabinet ini menitikberatkan perencanaan yang
                                                                                                                                                  untuk merancang program-programnya. Pada
                                                                                                                                                                                                 sistematis dan berjangka seperti mempersiapkan
                                                                                                                                                  bulan April, kabinet melakukan pembicaraan
                                                                                                                                                                                                 rencana ekonomi yang dapat dijalankan secara
                                                                                                                                                  dengan DPR yang dimulai dengan memberikan
                                                                                                                                                                                                 terencana selama kurun 5 tahun. Pada bulan
                                                                                                                                                  keterangan pemerintah pada 9 April. Pada akhir
                                                                                                                                                                                                 Mei 1956, Ali Sastroamidjojo mengeluarkan
                                                                                                                                                  bulan yang sama, parlemen mengumumkan
                                                                                                                                                                                                 Rencana Lima Tahun yang sudah sejak lama
                                                                                                                                                  menerima program-program yang diajukan
                                                                                                                                                                                                 dinanti-natikan, dan telah dibicarakan selama
                                                                                                                                                  kabinet dengan suara bulat, dan memberi
                                                                                                                                                                                   51
                                                                                                                                                  kesempatan kabinet untuk bekerja.  Banyak      empat tahun dan setidaknya oleh lima kabinet.
                                                                                                                                                  kalangan di DPR yang optimis jika kabinet ini   Rancangan ini disetujui oleh kabinet pada
                                                                                                                                                                                                                                    53
                                                                                                                                                  dapat bekerja lebih dari empat tahun karena    bulan September di tahun yang sama.  Seiring
      Kabinet formateur Ali Satroamidjojo mengadakan                                                                                              melihat bahwa kabinet ini berasal dari koaliasi   dengan hal itu, kabinet Ali Sastroamidjojo II
      hearing dengan Partai Parkindo (atas) dan Partai
                                                                                                                                                  kekuatan nasionalis dan Islam yang didukung    juga masih memperjuangkan program ekonomi
      Katholik (bawah) tanggal 9 Maret 1956.
                                                                                                                                                  pula oleh sejumlah partai kecil memiliki lebih   yang sebelumnya mengisi agenda pemerintahan
      Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  dari 60% suara di parlemen.                    pertamanya    yakni  untuk    mentransisikan




                           360   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  361
   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377