Page 367 - Perdana Menteri RI Final
P. 367

Lubis sebagai wakil kepala staf, dan sejumlah   Alasannya karena Bambang Sugeng merasa   bagian dari kelompok pro-17 Oktober dan   kepada menteri pertahanan yang memperoleh
 nama lain sebagai perwira tinggi di MBAD.   kesulitan untuk mengemban amanah dari Piagam   ditegarai pula sebagai perwira PSI juga akan   mosi dari parleman. Tidak berselang lama,

 Adapun, nama-nama baru yang dilantik oleh   Yogya. Ini bukan kali pertama Bambang Sugeng   memperkeruh suasana. Untuk itu, Menteri   Iwa Kusumasumantri mengundurkan diri
 menteri Pertahanan dikenal sebagai bagian dari   mengajukan pengunduran diri, sebelumnya ia   Pertahanan kembali dengan kandidat baru yakni   dari jabatannya. Ali Sastroamidjojo dalam
 kelompok ‘Anti-17 Oktober’. Untuk meredam   juga telah beberapakali mengajukan hal serupa   seorang perwira senior yang berpengalaman   kapasitasnya  sebagai  perdana  menteri
 situasi, Bambang Sugeng—yang dikenal dekat   namun  selalu  ditolak.  Untuk  kali  ini,  setelah   memimpin divisi di Sumatra Selatan dan   berinisiatif mengambil jalan tengah. Ia mencoba
 dengan Sukarno dan juga bagian dari kelompok   selama seminggu mempertimbangkan alasan   namanya tidak pernah dikaitkan dengan kubu   menawarkan kepada kubu Kolonel Zulkifli Lubis
 anti-17 Oktober—yang saat itu menjabat   pengunduran diri Bambang Sugeng, pemerintah   manapun, Kolonel Bambang Utojo.  bahwa ia akan memberhentikan Mayjen Utojo
 sebagai Kepala Staf mengambil sikap untuk   terpaksa menyetujuinya. Dikhawatirkan jika   dari jabatan KSAD dan memberinya pensiun,
               Walaupun secara garis politik, kandidat baru ini   asalkan Kolonel Zulkifli Lubis terlebih dahulu
 menenangkan suasana.  usulan pengunduran diri ini ditolak akan dapat
               dapat dianggap netral, tentangan keras muncul
 memperberat beban yang bersangkutan, dan pada                 menerima pengangkatannya. Usul ini sebenarnya
 Titik tengah dari perkubuan yang terjadi di   dari kelompok Kolonel Zulkifli Lubis yang   hanya strategi untuk menyelamatkan muka
 sisi lain juga tidak dapat menyelesaikan masalah.
 tubuh TNI mulai terlihat seiring dengan sikap   memperoleh dukungan kuat dari para perwira   pemerintah dengan cara memenuhi tuntutan
 Merasa bahwa  perkubuan di kalangan  perwira
 anggota-anggota kabinet dan perdana menteri   teritorial. Mereka beralasan Kolonel Utojo tidak   kelompok Kolonel Zulkifli Lubis yang tidak
 TNI sudah mereda, Ali Sastroamidjojo sendiri
 sendiri yang menunjukan sikapnya secara jelas   tidak menyadari bahwa langkahnya menerima   cocok  menjabat KSAD karena memiliki cacat   meginginkan Bambang Utojo menjadi KSAD.
 dengan  menolak  usul  Iwa  Kusumasumantri   pengunduran diri Bambang Sugeng menjadi   di tangan kanannya yang hilang terpotong.   Pada 13 Juli 1955, perdana menteri memperoleh

 mengenai pembentukan ‘Brigade Sukarelawan’   awal dari jatuhnya kabinet yang ia pimpin.  Tentangan ini berlangsung sangat hebat, Kolonel   jawaban yang mengecewakan: Kolonel Zulkifli
 dan permintaan Ali Sastroamidjojo kepada   Zulkifli Lubis dan banyak perwira tinggi lainnya   Lubis dan kelompoknya menolak tawaran Ali
 Menteri Pertahanan agar mengganti orang-  Pergantian KSAD berlangsung rumit. Iwa   memilih absen dari upacara pelantikan. Bahkan   Sastroamidjojo.
 orang yang dianggap kiri sebagai penasehatnya.   Kusumasumantri kembali mengusung calon yang   ketika pelantikan Kolonel Utojo sebagai KSAD
                                                               Kegoncangan semakin terasa dalam kabinet,
 Pada  bulan  Februari  1955, para perwira baik   sebelumnya pernah ia promosikan yakni Zulkifli   yang baru, korp musik tentara yang seharusnya
                                                               setelah PSII dan Parindra menarik wakilnya, kini
 “pro-17 Oktober” maupun “kontra-17 Oktober”   Lubis. Dalam sidang kabinet pertama, menteri   bertugas mengiringi acara pelantikan tidak hadir
                                                               giliran NU mendesak supaya kabinet dibubarkan.
 sama-sama ke Yogyakarta untuk melakukan   pertahanan dapat memberikan alasan-alasan   sehingga harus digantikan oleh korp musik
                                                               Dalam kondisi seperti itu, Ali Sastroamidjojo
 rekonsiliasi yang diinisiasi oleh Bambang Sugeng.   yang sangat baik terkait dengan calon yang ingin   dari dinas pemadam kebakaran Jakarta Raya.
                                                               sendiri merasa sudah tidak ada gunanya untuk
 ia usung, alhasil semua menteri menyetujuinya.
 Ali  Sastroamidjojo,  mantan  perdana  menteri   Lebih dari itu, Kolonel Zulkifli Lubis yang saat
                                                               melanjutkan kabinetnya. Pada 24 Juli 1955, Ali
 Hanya saja, dalam sidang berikutnya Iwa
 Wilopo, dan A.H. Nasution juga turut hadir   itu  bertindak  sebagai  pejabat  KSAD  menolak
                                                               Sastroamidjojo  mengembalikan    mandatnya
 Kusumasumantri mencabut usulnya bahkan
 dalam acara penandatanganan kesepakatan,   menyerahkan posisinya kepada pejabat yang
                                                               kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta
 menyatakan bahwa kandidat yang didukungnya
 dikenal dengan ‘Piagam Yogya’, yang ditujukan   baru dilantik dan dinaikkan pangkatnya menjadi
                                                               dikarenakan pada saat itu Presiden Sukarno
 itu telah mengangkat ‘perwira-perwira PSI’
 untuk menghentikan perkubuan di tubuh TNI.   Mayjen. Peristiwa ini tentu saja menjadi tamparan
                                                               tengah berada di Mekah untuk menunaikan
 selama menjabat sebagai wakil KSAD tanpa
 Ketegangan mereda, dan situasi berangsur-  yang sangat memalukan bagi pemerintah.
                                                               ibadah haji. Dengan demikian, tugas Ali
 sepengetahuannya. Terungkap kemudian bahwa
 angsur tentram sehingga dapat dimanfaatkan oleh   Konsekuensinya, pemerintah terpaksa menskors
                                                               Sastroamidjojo sebagai perdana menteri untuk
 pengakatan Zulkifli Lubis tidak direstui Hatta
 pemerintah untuk mempersiapkan pelaksanaan   Kolonel Zulkifli Lubis, namun langkah ini tetap
                                                               kesempatan yang pertama berakhir sudah setelah
 yang berpandangan bahwa pengganti Bambang
 KAA yang diagendakan terselenggara pada   gagal untuk mengendalikan situasi.
                                                               melalui hampir dua tahun masa pengabdian.
 Sugeng seharusnya adalah perwira senior.
 bulan April.
 Adapun nama seorang perwira senior, Kolonel   Parindra menyerukan agar wakilnya di
                                                               KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II
 Hanya saja, berselang minggu setelah pelaksanaan   Simbolon, sempat dikabarkan menjadi calon   kabinet,  R.P.  Suroso  ditarik,  sedangkan  PSII
 KAA,  Bambang  Sugeng  mengajukan  yang digadang-gadang Hatta. Akan tetapi untuk   bersuara lebih keras dengan meminta kabinet   Setelah Ali Sastroamidjojo demisioner, jabatan
 pengunduran diri kepada Ali Sastroamidjojo.   mengangkat Kolonel Simbolon yang merupakan   dibubarkan. Tekanan paling besar datang   perdana  menteri  dipegang  oleh  Burhanuddin
 354  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  355
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372