Page 366 - Perdana Menteri RI Final
P. 366

Lubis sebagai wakil kepala staf, dan sejumlah   Alasannya karena Bambang Sugeng merasa                                 bagian dari kelompok pro-17 Oktober dan        kepada menteri pertahanan yang memperoleh
                           nama lain sebagai perwira tinggi di MBAD.      kesulitan untuk mengemban amanah dari Piagam                            ditegarai pula sebagai perwira PSI juga akan   mosi dari parleman. Tidak berselang lama,

                           Adapun, nama-nama baru yang dilantik oleh      Yogya. Ini bukan kali pertama Bambang Sugeng                            memperkeruh suasana. Untuk itu, Menteri        Iwa Kusumasumantri mengundurkan diri
                           menteri Pertahanan dikenal sebagai bagian dari   mengajukan pengunduran diri, sebelumnya ia                            Pertahanan kembali dengan kandidat baru yakni   dari jabatannya. Ali Sastroamidjojo dalam
                           kelompok ‘Anti-17 Oktober’. Untuk meredam      juga telah beberapakali mengajukan hal serupa                           seorang perwira senior yang berpengalaman      kapasitasnya   sebagai   perdana    menteri
                           situasi, Bambang Sugeng—yang dikenal dekat     namun  selalu  ditolak.  Untuk  kali  ini,  setelah                     memimpin divisi di Sumatra Selatan dan         berinisiatif mengambil jalan tengah. Ia mencoba
                           dengan Sukarno dan juga bagian dari kelompok   selama seminggu mempertimbangkan alasan                                 namanya tidak pernah dikaitkan dengan kubu     menawarkan kepada kubu Kolonel Zulkifli Lubis
                           anti-17 Oktober—yang saat itu menjabat         pengunduran diri Bambang Sugeng, pemerintah                             manapun, Kolonel Bambang Utojo.                bahwa ia akan memberhentikan Mayjen Utojo
                           sebagai Kepala Staf mengambil sikap untuk      terpaksa menyetujuinya. Dikhawatirkan jika                                                                             dari jabatan KSAD dan memberinya pensiun,
                                                                                                                                                  Walaupun secara garis politik, kandidat baru ini   asalkan Kolonel Zulkifli Lubis terlebih dahulu
                           menenangkan suasana.                           usulan pengunduran diri ini ditolak akan dapat
                                                                                                                                                  dapat dianggap netral, tentangan keras muncul
                                                                          memperberat beban yang bersangkutan, dan pada                                                                          menerima pengangkatannya. Usul ini sebenarnya
                           Titik tengah dari perkubuan yang terjadi di                                                                            dari kelompok Kolonel Zulkifli Lubis yang      hanya strategi untuk menyelamatkan muka
                                                                          sisi lain juga tidak dapat menyelesaikan masalah.
                           tubuh TNI mulai terlihat seiring dengan sikap                                                                          memperoleh dukungan kuat dari para perwira     pemerintah dengan cara memenuhi tuntutan
                                                                          Merasa bahwa  perkubuan di kalangan  perwira
                           anggota-anggota kabinet dan perdana menteri                                                                            teritorial. Mereka beralasan Kolonel Utojo tidak   kelompok Kolonel Zulkifli Lubis yang tidak
                                                                          TNI sudah mereda, Ali Sastroamidjojo sendiri
                           sendiri yang menunjukan sikapnya secara jelas   tidak menyadari bahwa langkahnya menerima                              cocok  menjabat KSAD karena memiliki cacat     meginginkan Bambang Utojo menjadi KSAD.
                           dengan  menolak  usul  Iwa  Kusumasumantri     pengunduran diri Bambang Sugeng menjadi                                 di tangan kanannya yang hilang terpotong.      Pada 13 Juli 1955, perdana menteri memperoleh

                           mengenai pembentukan ‘Brigade Sukarelawan’     awal dari jatuhnya kabinet yang ia pimpin.                              Tentangan ini berlangsung sangat hebat, Kolonel   jawaban yang mengecewakan: Kolonel Zulkifli
                           dan permintaan Ali Sastroamidjojo kepada                                                                               Zulkifli Lubis dan banyak perwira tinggi lainnya   Lubis dan kelompoknya menolak tawaran Ali
                           Menteri Pertahanan agar mengganti orang-       Pergantian KSAD berlangsung rumit. Iwa                                  memilih absen dari upacara pelantikan. Bahkan   Sastroamidjojo.
                           orang yang dianggap kiri sebagai penasehatnya.   Kusumasumantri kembali mengusung calon yang                           ketika pelantikan Kolonel Utojo sebagai KSAD
                                                                                                                                                                                                 Kegoncangan semakin terasa dalam kabinet,
                           Pada  bulan  Februari  1955, para perwira baik   sebelumnya pernah ia promosikan yakni Zulkifli                        yang baru, korp musik tentara yang seharusnya
                                                                                                                                                                                                 setelah PSII dan Parindra menarik wakilnya, kini
                           “pro-17 Oktober” maupun “kontra-17 Oktober”    Lubis. Dalam sidang kabinet pertama, menteri                            bertugas mengiringi acara pelantikan tidak hadir
                                                                                                                                                                                                 giliran NU mendesak supaya kabinet dibubarkan.
                           sama-sama ke Yogyakarta untuk melakukan        pertahanan dapat memberikan alasan-alasan                               sehingga harus digantikan oleh korp musik
                                                                                                                                                                                                 Dalam kondisi seperti itu, Ali Sastroamidjojo
                           rekonsiliasi yang diinisiasi oleh Bambang Sugeng.   yang sangat baik terkait dengan calon yang ingin                   dari dinas pemadam kebakaran Jakarta Raya.
                                                                                                                                                                                                 sendiri merasa sudah tidak ada gunanya untuk
                                                                          ia usung, alhasil semua menteri menyetujuinya.
                           Ali  Sastroamidjojo,  mantan  perdana  menteri                                                                         Lebih dari itu, Kolonel Zulkifli Lubis yang saat
                                                                                                                                                                                                 melanjutkan kabinetnya. Pada 24 Juli 1955, Ali
                                                                          Hanya saja, dalam sidang berikutnya Iwa
                           Wilopo, dan A.H. Nasution juga turut hadir                                                                             itu  bertindak  sebagai  pejabat  KSAD  menolak
                                                                                                                                                                                                 Sastroamidjojo  mengembalikan    mandatnya
                                                                          Kusumasumantri mencabut usulnya bahkan
                           dalam acara penandatanganan kesepakatan,                                                                               menyerahkan posisinya kepada pejabat yang
                                                                                                                                                                                                 kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta
                                                                          menyatakan bahwa kandidat yang didukungnya
                           dikenal dengan ‘Piagam Yogya’, yang ditujukan                                                                          baru dilantik dan dinaikkan pangkatnya menjadi
                                                                                                                                                                                                 dikarenakan pada saat itu Presiden Sukarno
                                                                          itu telah mengangkat ‘perwira-perwira PSI’
                           untuk menghentikan perkubuan di tubuh TNI.                                                                             Mayjen. Peristiwa ini tentu saja menjadi tamparan
                                                                                                                                                                                                 tengah berada di Mekah untuk menunaikan
                                                                          selama menjabat sebagai wakil KSAD tanpa
                           Ketegangan mereda, dan situasi berangsur-                                                                              yang sangat memalukan bagi pemerintah.
                                                                                                                                                                                                 ibadah haji. Dengan demikian, tugas Ali
                                                                          sepengetahuannya. Terungkap kemudian bahwa
                           angsur tentram sehingga dapat dimanfaatkan oleh                                                                        Konsekuensinya, pemerintah terpaksa menskors
                                                                                                                                                                                                 Sastroamidjojo sebagai perdana menteri untuk
                                                                          pengakatan Zulkifli Lubis tidak direstui Hatta
                           pemerintah untuk mempersiapkan pelaksanaan                                                                             Kolonel Zulkifli Lubis, namun langkah ini tetap
                                                                                                                                                                                                 kesempatan yang pertama berakhir sudah setelah
                                                                          yang berpandangan bahwa pengganti Bambang
                           KAA yang diagendakan terselenggara pada                                                                                gagal untuk mengendalikan situasi.
                                                                                                                                                                                                 melalui hampir dua tahun masa pengabdian.
                                                                          Sugeng seharusnya adalah perwira senior.
                           bulan April.
                                                                          Adapun nama seorang perwira senior, Kolonel                             Parindra menyerukan agar wakilnya di
                                                                                                                                                                                                 KABINET ALI SASTROAMIDJOJO II
                           Hanya saja, berselang minggu setelah pelaksanaan   Simbolon, sempat dikabarkan menjadi calon                           kabinet,  R.P.  Suroso  ditarik,  sedangkan  PSII
                           KAA,     Bambang     Sugeng     mengajukan     yang digadang-gadang Hatta. Akan tetapi untuk                           bersuara lebih keras dengan meminta kabinet    Setelah Ali Sastroamidjojo demisioner, jabatan
                           pengunduran diri kepada Ali Sastroamidjojo.    mengangkat Kolonel Simbolon yang merupakan                              dibubarkan. Tekanan paling besar datang        perdana  menteri  dipegang  oleh  Burhanuddin
                           354   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  355
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371