Page 361 - Perdana Menteri RI Final
P. 361
Nomor 188 tahun 153 tentang pengangkatan kabinet berpotensi besar dalam memunculkan kasus ini, banyak kecurigaan timbul karena partai Masyumi. Akan tetapi ketika kabinet
PPI tanggal 7 November 1953, memasukan maslah-masalah baru. Masalah yang paling awal PERBEBSI merupakan kelompok yang banyak Ali Sastroamidjojo dengan PNI sebagai tulang
nama Rustam Sutan Palindih (PNI), Sudarnadi muncul tidak berselang lama setelah kabinet ini dipengaruhi oleh PKI. Oleh sebab itu, gagasan punggung utamanya terbentuk, dan kekuatan
(PIR-Hazairin), Surjaningprodjo (NU), Sudibjo mulai bekerja. Beberapa hari setelah menjabat, Menteri Pertahanan memperoleh tentangan baik Masyumi absen dari pemerintahan, Aceh bangkit
(PSII), H. Sofjan Siradj (Perti), Sumarto Menteri Keuangan, Dr. Ong, menyatakan dari kalangan sipil—dari pihak oposisi maupun memberontak dengan skala penuh. Terlebih lagi,
(Parkindo), Hartojo (PKI), dan Asraruddin bahwa investasi asing di Indonesia harus partai-partai pendukung pemerintah sendiri— berhembus pula desas-desus yang memperkeruh
(Partai Buruh). Komposisi ini menunjukan disalurkan melalui pemerintah. Pernyataan ini dan militer yang melihatnya sebagai usaha suasana yang menyatakan bahwa penguasa di
bahwa partai-parti oposisi tidak memiliki wakil dan kemudian harus diklarifikasi oleh salah satu distribusi senjata kepada kelompok-kelompok Jakarta akan menangkap 190 pemimpin Aceh—
dalam PPI, sehingga muncul kemudian kritik seniornya sendiri. 29 lasykar. Ketika usul ini dibicarakan dalam dalam sumber lain disebutkan menghabisi
34
atas pembaharuan anggota PPI yang dianggap sidang kabinet, hanya Menteri Pertahanan yang 300 tokoh penting Aceh. Dipercayai bahwa
Ujian terhadap soliditas kabinet juga muncul
lebih menguntungkan partai pendukung mendukung idenya sendiri, sedangkan menteri- berita ini tersebar setelah surat rahasia yang
sebagai akibat dari sejumlah langkah dan
pemerintah. Terlepas dari semua kritik itu, menteri yang lain menolak. dibawa oleh Jaksa Sunarjo ke Medan terkuak
kebijakan yang diambil oleh Menteri Pertahanan,
dengan kembalinya PPI bekerja, maka segala isinya. Dalam rapat kabinet pada 2 November,
Iwa Kusumasumantri. Salah satunya adalah Selain masalah soliditas kabinet, pemerintahan
keperluan untuk penyelenggaraan pemilu Ali Sastroamidjojo menegaskan tidak pernah
adanya kecurigaan sejumlah golongan dalam Ali Sastroamidjojo juga dihadapkan pada
dapat dilakukan. Pemilu nasional pertama membuat dokumen semacam itu. Walaupun
tubuh TNI yang menuduh bahwa Iwa persoalan riil yang serius, dan dalam hal
yang melibatkan 43.104.464 pemilih (dari total sumber kabar ini, dan demikian pula isinya, masih
Kusumasumantri memberikan posisi-posisi tertentu membutuhkan penanganan ekstra- 35
77.987.879 penduduk Indonesia) dapat terlaksana sumir, para tokoh penting di Aceh yang merasa
penting kepada orang-orang dekatnya terutama cepat. Persoalan berikutnya muncul tidak lebih
secara tertib dan aman. Ali Sastroamidjojo terancam memutuskan untuk meninggalkan kota
untuk menjadi penasehat menteri. Orang-orang dari tujuh minggu setelah Ali Sastroamidjojo
sendiri percaya bahwa “rakyat kita sanggup menuju kawasan pegunungan untuk memulai
tersebut seperti Sukalid dan Dr. Boentaran menjabat perdana menteri. Situasi politik di
menjalankan pekerjaan-pekerjaan besar secara gerakannya.
merupakan tokoh-tokoh yang dianggap kiri. Aceh yang selama masa revolusi dikenal sebagai
tertib dan berdisiplin asalkan saja diorganisir di
Untuk mengatasi persoalan ini, Perdana ‘Daerah Modal’ karena tidak pernah diduduki Pada 19 September 1953, Teungku Daud Buereueh
bawah pemimpin yang cakap dan jujur”.
Menteri sendiri meminta Iwa Kusumasumantri memproklamirkan berdirinya Negara Islam
Belanda pasca 1945, dan merupakan wilayah
untuk mengganti para penasehatnya yang tidak penting bagi berdirinya Republik Indonesia tiba- Indonesia (NII) di Aceh dan membangun kontak
DINAMIKA PEMERINTAHAN DAN AKHIR diterima oleh kalangan TNI itu. Akan tetapi dengan NII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
30
KABINET tiba memanas setelah Teungku Daud Buereueh
masalah tidak begitu saja berhenti di sini, mendeklarasikan gerakannya di bawah panji Kasus ini menambah masalah ketertiban dan
Sebagaimana dialami oleh para perdana menteri muncul kemudian persoalan berikutnya ketika kemanan yang dihadapi pemerintahan Ali
Negara Islam.
sebelumnya, Ali Sastroamidjojo memimpin Menteri Pertahanan menyetujui usul organisasi Sastroamidjojo dimana sebelumnya juga telah
sebuah kabinet untuk menghadapi situasi politik veteran bernama PERBEPBSI (Persatuan Pemberontakan ini memiliki akar panjang yang muncul gerakan pemberontakan di Jawa Barat,
Indonesia di awal dekade 1950-an yang jauh dari Bekas Pedjuang Bersendjata Seluruh Indonesia) dapat dirunut sejak masa revolusi sosial yang Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan
kata stabil. Selain masalah-masalah yang dihadapi untuk membentuk “brigade sukarelawan” berlangsung pasca pendudukan Jepang dan Aceh. Dihadapkan dengan kondisi ini, Ali
negara seperti persoalan hubungan daerah guna membantu tentara untuk menumpas periode revolusi, namun permasalahan menjadi Sastroamidjojo memilih langkah yang cenderung
dengan pusat; persoalan di bidang ekonomi, pemberontakan. Sebenarnya, usulan-usulan lebih kronis lagi ketika diterapkan reorganisasi berbeda dari yang pernah dilakukan oleh dua
31
33
persoalan yang menyangkut dinas ketentaraan, untuk membentuk kelompok-kelompok administrasi pasca pengakuan kedaulatan RI. perdana menteri sebelumnya. Bilamana Wilopo
persoalan politik kepartaian, pemerintahan Ali sukarelawan sebagai tenaga bantuan militer baik Meskipun selama proses transisi terjadi kondisi dan Sukiman mengedepankan ‘hukum’ dan
Sastroamidjojo juga dihadapkan pada persoalan yang dimaksudkan untuk merebut Irian maupun serba tidak menentu, pemimpin Aceh masih ‘kebijaksanaan’ yang lebih bersifat persuasif dan
internal kabinet. Banyak kritikus yang sejak menumpas Darul Islam pada waktu itu bukanlah bersedia berunding dengan pemerintah pusat sedapat mungkin menghindari konflik terbuka,
32
awal menyatakan bahwa soliditas antar anggota sesuatu terlalu mengagetkan. Hanya saja, untuk yang masih mereka percayai terutama dari Ali Sastroamidjojo mengambil tindakan yang
348 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 349

