Page 363 - Perdana Menteri RI Final
P. 363

lebih tegas yang ditujukan untuk menumpas   TNI dengan mudah memperoleh tambahan
 gerakan tersebut. 36  tenaga dari rakyat.  38


 PNI dan partai-partai pendukung pemerintah   Persoalan-persoalan lain yang lebih kerap
 melihat bahwa tindakan yang tegas dan cepat   dihadapi selama menjabat perdana menteri
 dapat diambil Kabinet Ali Sastroamidjojo karena   muncul dari instabilitas yang tercipta sebagai
 Masyumi tidak masuk dalam pemerintahan.   akibat  dari  ketidakharmonisan  politik
 Adapun pada sisi lain, langkah yang diambil   pemerintah dengan kelompok oposisi. Situasi

 pemerintah  dalam  menghadapi  DI/TII  ini  sudah  dapat  dilihat sejak  kabinet  ini  mulai
 memperoleh tentangan dari kelompok oposisi   bekerja di mana berbagai kritik keras, bahkan
 terutama Masyumi. Bahkan perdebatan antara   berujung hingga dikeluarkannya interpelasi atau
 Pemerintah dan pendukungnya dengan pihak   mosi telah beberapa kali dihadapi oleh Kabinet
 oposisi sempat mengundang kehebohan atas   Ali  Sastroamidjojo. Dalam  konteks  politik
                                                                                             Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo membuka
 pernyataan salah satu pemuka Masyumi. Mr.   Indonesia waktu itu, serangan-serangan oposisi   konferensi keamanan di Istana pada tanggal 13
                                                                                             Januari 1955
 Moh Dalidjono yang menyebutkan bahwa solusi   yang ditujukan kepada pemerintah adalah
 terbaik untuk menyelesaiakan persoalan gerakan   perkara wajar. Demikian halnya dengan yang   Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

 sparatis adalah dengan menjadikan RI sebagai   dialami kabinet Ali Sastroamidjojo yang hampir
 37
 suatu negara Islam.  Meskipun kemudian,   semua program selalu memperoleh serangan dari
               meradang. Pada saat kabinet Ali Sastroamidjojo   untuk menjawab protes pihak oposisi terhadap
 Masyumi mengklarifikasi bahwa pernyataan   lawan politik terutama di parlemen. Sebagai
               mulai berkuasa, paling tidak terdapat empat     pemerintah. Tidak berhenti di sini, aksi kembali
 tersebut adalah opini pribadi dan bukanlah   contoh, untuk persiapan penyelenggaraan pemilu
               posisi gubernur yang dipegang oleh anggota      digelar Masyumi sehingga pertentangan antara
 mewakili partai.  yang undang-undangnya telah diselesaikan
               PNI, dan dua posisi serupa—yakni di Jakarta     kubu pro-pemerintah dengan pihak oposisi
 oleh Wilopo, pihak oposisi menuduh Ali                        menjalar sebagai kegaduhan politik yang
 Menjelang  berakhirnya  bulan  Oktober,  Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta—dijabat
 Sastroamidjojo  sengaja mengulur waktu agar   42              berlangsung di tingkat akar rumput. 44
 wilayah-wilayah di Aceh yang semula dikuasai   oleh simpatisan PNI.  Terlebih lagi, pada awal
 dapat memainkan siasat untuk memenangkan
 pemberontak dapat diambil alih oleh tentara   1954, Gubenur Jakarta Raya Sudiro dari PNI
 partai pemerintah terutama PNI, PNU dan                       Tensi tinggi antara kedua belah pihak tampak pula
 pemerintah. Hanya saja usaha lebih lanjut untuk   yang pada bulan November 1953 menggantikan
 39
 PIR.  Serangan ini banyak muncul pada awal                    dari serangan pihak oposisi agenda politik luar
 memberantas gerakan perlawanan NII di Aceh   Sjamsuridjal dari Masyumi, membuat banyak
 1954 setelah pemerintah gagal memenuhi jadwal                 negeri pemerintah yang biasanya sepi dari kritik.
 harus  tertahan  yang  disebabkan  oleh  kekuatan   perubahan  menyangkut  susunan  panitia
 seperti yang mereka janjikan yakni pada bulan                 Gagasan  untuk  menyelenggarakan  Konferensi
                                   43
 militer yang dapat digunakan sangat terbatas   pemilihan Indonesia.  Langkah ini dianggap
 November 1953, yang baru terlaksana pada                      Asia-Afrika juga memperoleh kecaman keras.
 karena kekuatan TNI juga harus melakukan   sebagai suatu usaha untuk mendongkrak   Program ini dianggap menghambur-hamburkan
 bulan  kedua  1954  itupun  dengan  modifikasi
 operasi yang sama di wilayah lain meliputi Jawa,   perolehan suara partai pendukung pemerintah   uang  karena  untuk  penyelenggaraannnya
 waktu selama 16 bulan hingga pelaksanaan
 Kalimantan, dan Sulawesi. Pada sisi lain, hal   dan di sisi lain berpotensi menggerus lumbung   diperlukan  biaya  yang  besar.  Lebih  dari  itu,
 40
 pemilu.  Komentar keras oposisi mulai mereda
 ini menunjukan bahwa pendekatan militer yang   suara pihak oposisi. Sebagai reaksi atas keputusan   penyelenggaraan KAA dianggap sebagai usaha
 setelah ketua PPI yang baru S. Hadikusumo
 diambil pemerintah tidak mampu mengatasi   tersebut,  Masyumi  mengarahkan  massa  untuk   pemerintah untuk menutup-nutupi kegagalan
 mengumumkan secara resmi tanggal defintif
 hingga ke akar persoalan sebenarnya. Bahkan,   41  melakkan aksi demonstrasi menolak keputusan   programnya terutama di bidang ekonomi dan
 pelaksanaan anggota DPR dan konstituante.
 Remy Madinier mengungkapkan operasi tersebut   Sudiro. Tidak tinggal diam, PNI dan partai   urusan  politik dalam negeri. Seperti tampak
 juga  tidak  terlalu  efektif  untuk  melemahkan   Pergantian  sejumlah  pejabat,  terutama  para   lain pendukung pemerintah membalas aksi   pada serangan pihak oposisi atas rencana
 pemberontakan yang setelah dipukul mundur   pemimpin daerah sangat membuat kubu oposisi   tersebut dengan menyelenggarakan rapat umum   penyelenggaraan KAA, tidak semua kritik yang





 350  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  351
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368