Page 360 - Perdana Menteri RI Final
P. 360

Nomor 188 tahun 153 tentang pengangkatan       kabinet  berpotensi  besar  dalam  memunculkan                          kasus ini, banyak kecurigaan timbul karena     partai Masyumi. Akan  tetapi  ketika  kabinet
                           PPI tanggal 7 November 1953, memasukan         maslah-masalah baru. Masalah yang paling awal                           PERBEBSI merupakan kelompok yang banyak        Ali Sastroamidjojo dengan PNI sebagai tulang

                           nama Rustam Sutan Palindih (PNI), Sudarnadi    muncul tidak berselang lama setelah kabinet ini                         dipengaruhi oleh PKI. Oleh sebab itu, gagasan   punggung utamanya terbentuk, dan kekuatan
                           (PIR-Hazairin), Surjaningprodjo (NU), Sudibjo   mulai bekerja. Beberapa hari setelah menjabat,                         Menteri Pertahanan memperoleh tentangan baik   Masyumi absen dari pemerintahan, Aceh bangkit
                           (PSII), H. Sofjan Siradj (Perti), Sumarto      Menteri Keuangan, Dr. Ong, menyatakan                                   dari kalangan sipil—dari pihak oposisi maupun   memberontak dengan skala penuh. Terlebih lagi,
                           (Parkindo), Hartojo (PKI), dan Asraruddin      bahwa investasi asing di Indonesia harus                                partai-partai pendukung pemerintah sendiri—    berhembus pula desas-desus yang memperkeruh
                           (Partai Buruh). Komposisi ini menunjukan       disalurkan melalui pemerintah. Pernyataan ini                           dan  militer  yang  melihatnya  sebagai  usaha   suasana  yang  menyatakan  bahwa  penguasa  di
                           bahwa partai-parti oposisi tidak memiliki wakil   dan kemudian harus diklarifikasi oleh salah satu                     distribusi senjata kepada kelompok-kelompok    Jakarta akan menangkap 190 pemimpin Aceh—
                           dalam PPI, sehingga muncul kemudian kritik     seniornya sendiri. 29                                                   lasykar. Ketika usul ini dibicarakan dalam     dalam  sumber  lain  disebutkan  menghabisi
                                                                                                                                                                                                                         34
                           atas pembaharuan anggota PPI yang dianggap                                                                             sidang kabinet, hanya Menteri Pertahanan yang   300 tokoh penting Aceh.  Dipercayai bahwa
                                                                          Ujian  terhadap soliditas kabinet juga  muncul
                           lebih  menguntungkan    partai   pendukung                                                                             mendukung idenya sendiri, sedangkan menteri-   berita ini tersebar setelah surat rahasia yang
                                                                          sebagai akibat dari sejumlah langkah dan
                           pemerintah. Terlepas dari semua kritik itu,                                                                            menteri yang lain menolak.                     dibawa oleh Jaksa Sunarjo ke Medan terkuak
                                                                          kebijakan yang diambil oleh Menteri Pertahanan,
                           dengan  kembalinya  PPI  bekerja,  maka  segala                                                                                                                       isinya. Dalam rapat kabinet pada 2 November,
                                                                          Iwa Kusumasumantri. Salah satunya adalah                                Selain masalah soliditas kabinet, pemerintahan
                           keperluan  untuk  penyelenggaraan  pemilu                                                                                                                             Ali Sastroamidjojo menegaskan tidak pernah
                                                                          adanya kecurigaan sejumlah golongan dalam                               Ali Sastroamidjojo juga dihadapkan pada
                           dapat dilakukan. Pemilu nasional pertama                                                                                                                              membuat dokumen semacam itu. Walaupun
                                                                          tubuh  TNI  yang  menuduh  bahwa  Iwa                                   persoalan riil yang serius, dan dalam hal
                           yang melibatkan 43.104.464 pemilih (dari total                                                                                                                        sumber kabar ini, dan demikian pula isinya, masih
                                                                          Kusumasumantri    memberikan     posisi-posisi                          tertentu membutuhkan penanganan ekstra-              35
                           77.987.879 penduduk Indonesia) dapat terlaksana                                                                                                                       sumir,  para tokoh penting di Aceh yang merasa
                                                                          penting kepada orang-orang dekatnya terutama                            cepat. Persoalan berikutnya muncul tidak lebih
                           secara tertib dan aman. Ali Sastroamidjojo                                                                                                                            terancam memutuskan untuk meninggalkan kota
                                                                          untuk menjadi penasehat menteri. Orang-orang                            dari  tujuh  minggu  setelah  Ali Sastroamidjojo
                           sendiri percaya bahwa “rakyat kita sanggup                                                                                                                            menuju kawasan pegunungan untuk memulai
                                                                          tersebut seperti Sukalid dan Dr. Boentaran                              menjabat perdana menteri. Situasi politik di
                           menjalankan pekerjaan-pekerjaan besar secara                                                                                                                          gerakannya.
                                                                          merupakan tokoh-tokoh yang dianggap kiri.                               Aceh yang selama masa revolusi dikenal sebagai
                           tertib dan berdisiplin asalkan saja diorganisir di
                                                                          Untuk mengatasi persoalan ini, Perdana                                  ‘Daerah Modal’ karena tidak pernah diduduki    Pada 19 September 1953, Teungku Daud Buereueh
                           bawah pemimpin yang cakap dan jujur”.
                                                                          Menteri sendiri meminta Iwa Kusumasumantri                                                                             memproklamirkan berdirinya Negara Islam
                                                                                                                                                  Belanda pasca 1945, dan merupakan wilayah
                                                                          untuk mengganti para penasehatnya yang tidak                            penting bagi berdirinya Republik Indonesia tiba-  Indonesia (NII) di Aceh dan membangun kontak
                           DINAMIKA PEMERINTAHAN DAN AKHIR                diterima oleh kalangan TNI itu.  Akan tetapi                                                                           dengan NII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.
                                                                                                        30
                           KABINET                                                                                                                tiba memanas setelah Teungku Daud Buereueh
                                                                          masalah tidak begitu saja berhenti di sini,                             mendeklarasikan gerakannya di bawah panji      Kasus ini menambah masalah ketertiban dan
                           Sebagaimana dialami oleh para perdana menteri   muncul kemudian persoalan berikutnya ketika                                                                           kemanan yang dihadapi pemerintahan Ali
                                                                                                                                                  Negara Islam.
                           sebelumnya, Ali Sastroamidjojo memimpin        Menteri Pertahanan menyetujui usul organisasi                                                                          Sastroamidjojo dimana sebelumnya juga telah
                           sebuah kabinet untuk menghadapi situasi politik   veteran bernama PERBEPBSI (Persatuan                                 Pemberontakan ini memiliki akar panjang yang   muncul gerakan pemberontakan di Jawa Barat,
                           Indonesia di awal dekade 1950-an yang jauh dari   Bekas Pedjuang Bersendjata Seluruh Indonesia)                        dapat dirunut sejak masa revolusi sosial yang   Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan
                           kata stabil. Selain masalah-masalah yang dihadapi   untuk membentuk “brigade sukarelawan”                              berlangsung  pasca  pendudukan  Jepang  dan    Aceh. Dihadapkan dengan kondisi ini, Ali

                           negara seperti persoalan hubungan daerah       guna membantu tentara untuk menumpas                                    periode revolusi, namun permasalahan menjadi   Sastroamidjojo memilih langkah yang cenderung
                           dengan  pusat; persoalan  di  bidang  ekonomi,   pemberontakan.  Sebenarnya, usulan-usulan                             lebih kronis lagi ketika diterapkan reorganisasi   berbeda dari yang pernah dilakukan oleh dua
                                                                                         31
                                                                                                                                                                                           33
                           persoalan yang menyangkut dinas ketentaraan,   untuk     membentuk      kelompok-kelompok                              administrasi pasca pengakuan kedaulatan RI.    perdana menteri sebelumnya. Bilamana Wilopo
                           persoalan politik kepartaian, pemerintahan Ali   sukarelawan sebagai tenaga bantuan militer baik                       Meskipun selama proses transisi terjadi kondisi   dan Sukiman mengedepankan ‘hukum’ dan
                           Sastroamidjojo juga dihadapkan pada persoalan   yang dimaksudkan untuk merebut Irian maupun                            serba tidak menentu, pemimpin Aceh masih       ‘kebijaksanaan’ yang lebih bersifat persuasif dan
                           internal kabinet. Banyak kritikus yang sejak   menumpas Darul Islam pada waktu itu bukanlah                            bersedia berunding dengan pemerintah pusat     sedapat mungkin menghindari konflik terbuka,
                                                                                                    32
                           awal menyatakan bahwa soliditas antar anggota   sesuatu terlalu mengagetkan.  Hanya saja, untuk                        yang masih mereka percayai terutama dari       Ali Sastroamidjojo mengambil tindakan yang




                           348   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  349
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365