Page 577 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 577
masyarakat Eropa pada zaman itu (Reid Minang pun mulai tersebar dalam Selain itu, kajian Annabel Teh Gallop “…This ancient system of writing
1992, 276–77). Sebelum munculnya bentuk tertulis. juga mengisyaratkan adanya sebuah was then almost totally replaced
aksara Jawi, sejumlah bahasa telah buku kulit kayu di Perpustakaan Oxford by the Arabic script, due to the
ditulis dengan menggunakan berbagai Adapun untuk bahasa Melayu sendiri, University yang ditulis dalam bahasa spreading of Islamic influence into
aksara yang ada, seperti aksara Rencong, konsep bahwa aksara Jawi merupakan Melayu dengan aksara Lampung. the region. …With the islamization
Lampung, Jawa, Bugis-Makassar, dan akses pertama terhadap tradisi Konon, naskah ini dihibahkan kepada of the Malay Peninsular in the
lain-lain. keberaksaraan tampaknya tidak berlaku. Perpustakaan tersebut pada tahun 1630 thirteen-century, Islam brought with
Seiring dengan telah munculnya tradisi (Gallop and Arps 1991, 71). it the message of the Quran and its
Dalam konteks ini, aksara Jawi keberaksaraan di Indonesia jauh sebelum script. Thus, abandoning original
seringkali dianggap sebagai pintu Islam datang dan “memperkenalkan” Dengan demikian, tidak tepat jika Indian script, the Malays adopted
pertama yang membuka munculnya aksara Jawi, bahasa Melayu secara diasumsikan bahwa aksara Jawi- the Arabic writing system with
tradisi keberaksaraan dalam sejumlah tertulis terbukti telah tersebar melalui lah yang telah memulai tradisi certain modification to suit the local
bahasa daerah di Indonesia. Akan bentuk tulisan yang ada, meski tentu keberaksaraan dalam bahasa Melayu. phonological system” (Madmarn 1999,
tetapi, penting dicatat bahwa saja penyebarannya tidak sedahsyat Memang, segera setelah Islam masuk 40).
dibandingkan dengan jumlah bahasa setelah dikenalnya aksara Jawi. Sejak ke Nusantara, dan aksara Jawi pun
daerah yang ada di Indonesia sendiri, awal, bahasa Melayu dikagumi bukan mulai dikenal, tradisi keberaksaraan Akan tetapi, penting dicatat bahwa
sesungguhnya fenomena aksara Jawi hanya karena “diucapkan”, dan menjadi dalam bahasa Melayu mengalami kendati pengaruh Islam merembes ke
yang sedemikian tersebut hanya berlaku lingua franca, melainkan juga karena perubahan total; hampir semua berbagai suku dan etnis di Indonesia,
bagi sebagian kecil bahasa saja, seperti bahasa Melayu ditulis (Collins 1994). jenis tulisan untuk bahasa Melayu tampaknya hanya bahasa Melayu
Aceh, Minang, dan barangkali, dalam ditinggalkan, dan hampir semua yang mengalami perubahan ekstrim
kadar yang lebih terbatas lagi, bahasa Penelitian Uli Kozok atas sebuah bahasa Melayu pun kemudian ditulis dalam hal tradisi keberaksaraannya.
Ternate dan Banjar. naskah Melayu tertua abad ke-14 dengan menggunakan aksara Jawi. Beberapa bahasa daerah, seperti Jawa-
di desa Tanjung Tanah, Kerinci, Hal ini terjadi karena aksara Jawi Bali, Bugis-Makassar, Rencong, dan
Di Aceh misalnya, bahasa Aceh baru menunjukkan bahwa pada abad ke-14 itu sendiri sarat dengan “ideologi”. Batak misalnya, tampak tidak serta
muncul (dalam bentuk tertulis) kira-kira tersebut, bahasa Melayu telah ditulis Dimensi Islam, dan juga dimensi merta meninggalkan jenis aksaranya
dua abad ke- setelah bahasa Melayu dengan menggunakan sejenis aksara politik, dalam aksara Jawi ini masing-masing. Hal ini dapat terlihat,
dengan aksara Jawinya mengalami pasca-Palawa pra-Islam, yang masih turut mempengaruhi munculnya antara lain, dari banyaknya manuskrip,
puncak keemasan pada masa Kerajaan menunjukkan banyak persamaan hegemoni aksara Jawi dalam tradisi termasuk manuskrip keagamaan, yang
Aceh Darussalam, abad ke- ke-17. dengan aksara Melayu zaman keberaksaraan masyarakat Melayu ditulis dalam bahasa-bahasa tersebut
Demikian halnya di Minangkabau, Adityawarman (Uli Kozok 2006). Dalam pada masa kemudian. Dalam hal ini, dengan tidak menggunakan huruf Jawi,
sebelum munculnya aksara Jawi, bundel naskah yang sama, Uli Kozok Hasan Madmarn—setelah menjelaskan atau setidaknya menggunakan dua jenis
masyarakat Minang lebih dikenal juga menjumpai naskah lain berbahasa besarnya pengaruh aksara Hindu- aksara, seperti bahasa Bugis-Makassar
dengan tradisi lisannya. Baru kemudian Melayu dengan menggunakan aksara Budha pada abad sebelumnya— yang menggunakan aksara Serang di
setelah aksara Jawi dikenal, bahasa surat ulu atau surat rencong. melukiskan: samping aksaranya sendiri.
564 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 565

