Page 578 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 578

Tradisi Tulis Manuskrip                 Sultan Malikus Salih. Karya ini juga                        Salatin, tanpa diragukan lagi bahwa    sebagai penafsir pengetahuan dan

            Keagamaan Melayu                        dikenal dengan sebutan Sejarah Melayu,                      salah satu bagian dari mukadimah       doktrin mistiko filosofis, yang dalam
                                                    sebuah karya sastra Melayu tradisional                      teks yang sedang kita diskusikan ini   tradisi Islam sering dinisbatkan kepada
            Kapan persisnya aksara Jawi mulai       adiluhung yang dihubungkan dengan                           berbunyi:                              al-syaikh al-akbar Ibn ‘Arabi (560-638/1165-
            menggantikan aksara pengaruh India      tokoh Tun Seri Lanang.                                                                             1240). Itulah mengapa di kemudian
            (Palawa) dalam menulis manuskrip                                                                    “…maka Fakir karanglah hikayat ini     hari pemikiran-pemikirannya menjadi
            berbahasa Melayu? Tidak ada data pasti.   Henri Chambert-Loir memberikan                            kama sami’tuhu min jaddi wa-abi,       kontroversial dan mengundang kritik
            Namun, setidaknya kita bisa merujuk     komentar kritis atas kebanyakan sarjana,                    supaya akan menyukakan duli hadhirat   serta tanggapan, bahkan kutukan,
            pada manuskrip Melayu Undang-undang     seperti Shellabear (1896) Winstedt (1938,                   baginda. Maka Fakir namai hikayat itu   dari ulama-ulama ortodoks semisal
            Tanjung Tanah, yang masih ditulis       1969), Liaw Yock Fang (1993) Teuku                          Sulalat al-Salatin yakni peraturan segala   Nuruddin al-Raniri (w. 1658), seperti
            menggunakan aksara pasca-Palawa.        Iskandar (1995), dan lainnya, yang                          raja-raja…” (Iskandar 1995, 245).      akan dikemukakan di bawah.
            Manuskrip ini berasal dari abad ke-14,   lebih suka menyebut judul teks Sulalat                     Sulalatussalatin dapat dianggap
            tepatnya era Kerajaan Adityawarman      al-Salatin sebagai Sejarah Melayu atau                      sebagai karya yang menandai sejarah    Pemikiran-pemikiran Hamzah tentang
            di Suruaso (Tanah Datar, Sumatera       Malay Annals. Menurutnya, penyebutan                        awal penulisan manuskrip melayu        makrifat dan pengetahuan mistis Islam
            Barat), antara 1345 hingga 1377 M (Ulrich   Sejarah Melayu atau Malay Annals                        bernafaskan Islam. Tapi, karya ini bukan   tersebut dituangkannya dalam sejumlah
            Kozok 2004). Dengan demikian, kita      tersebut mengikuti dua tulisan paling                       termasuk kategori kitab.               karya sastra, baik berbentuk prosa
            bisa berasumsi bahwa hingga akhir       awal terkait teks Sulalat al-Salatin yang                                                          maupun puisi, yang telah mengundang
            abad ke-14, penulisan bahasa melayu     disebutnya ‘misleading’. Dua tulisan                        Adapun karya jenis kitab yang termasuk   banyak sarjana untuk mengkajinya.
            masih menggunakan aksara pasca-         yang dimaksud adalah Leyden 1821 dan                        kategori awal ditulis oleh Hamzah      Untaian sajak dan puisinya dianggap
            Palawa, pengaruh India, dan belum       Abdullah 1841 seperti dikemukakan                           Fansuri, seperti kitab Asrar al-‘arifin,   orisinal dan bernilai sastra tinggi, dan
            menggunakan aksara Jawi pengaruh        di atas (Chambert-Loir 2005, 133).                          Sharb al-‘ashiqin dan al-Muntahi. Hamzah   bahasa Melayu yang digunakannya
            Islam.                                  Muhammad Haji Salleh barangkali                             juga menulis karya-karya berbentuk     pun penuh simbol yang menimbulkan
                                                    adalah salah seorang kekecualian,                           syair, seperti Syair Burung Unggas,    multitafsir.
            Bukti-bukti tertulis yang ada           karena dalam publikasinya (1997),                           Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Sidang
            mengindikasikan bahwa penulisan         ia memberi judul Sulalat al-Salatin,                        Fakir, dan lainnya. Semuanya ditulis   Di antara karya-karya Hamzah yang
            manuskrip Melayu pengaruh Islam         demikian juga dalam artikelnya yang                         menggunakan aksara Jawi berbahasa      menarik banyak kajian, ada tiga risalah
            dimulai pada sekira abad ke-15.         lain berjudul “Sulalat al-Salatin: Adikarya                 Melayu.                                dalam bentuk prosa yang patut disebut,
            Mayoritas sarjana sejauh ini sepakat    Akalbudi Melayu”. 2                                                                                yakni Syarb al-‘asyiqin, Asrar al-‘arifin,
            bahwa Sulalatusalatin adalah karya                                                                  Hamzah Fansuri (w. 1527) 3 dapat       dan al-Muntahi. Jumlah karya Hamzah
            pertama yang ditulis pada masa ini, dan   Dalam perspektif filologi, judul sebuah                   dianggap sebagai penulis manuskrip     yang sampai kepada kita memang
            menjelaskan tentang Kesultanan Melayu   teks memang seyogyanya didasarkan                           Melayu Islam pertama yang mewariskan   terlalu sedikit dibanding dengan
            di Malaka abad ke-15. Teks ini berkisah   pada informasi asal yang berasal dari                     karya-karya sastra sufistis dalam bentuk   kemasyhurannya sebagai seorang tokoh
            tentang masuk Islamnya Merah Selu,      teks itu sendiri, sejauh informasi terkait                  syair dan puisi. Karya-karya Hamzah    perintis sastra Sufi Melayu. Bisa jadi
            yang kelak mengubah nama menjadi        bisa dijumpai.  Dalam hal Sulalat al-                       Fansuri memiliki karakter yang kuat    sebagian karya Hamzah tersebut ada
                                                                 3


         566    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   567
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583