Page 579 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 579

Tradisi Tulis Manuskrip   Sultan Malikus Salih. Karya ini juga   Salatin, tanpa diragukan lagi bahwa   sebagai penafsir pengetahuan dan

 Keagamaan Melayu  dikenal dengan sebutan Sejarah Melayu,   salah satu bagian dari mukadimah   doktrin mistiko filosofis, yang dalam
 sebuah karya sastra Melayu tradisional   teks yang sedang kita diskusikan ini   tradisi Islam sering dinisbatkan kepada
 Kapan persisnya aksara Jawi mulai   adiluhung yang dihubungkan dengan   berbunyi:  al-syaikh al-akbar Ibn ‘Arabi (560-638/1165-
 menggantikan aksara pengaruh India   tokoh Tun Seri Lanang.  1240). Itulah mengapa di kemudian
 (Palawa) dalam menulis manuskrip   “…maka Fakir karanglah hikayat ini   hari pemikiran-pemikirannya menjadi
 berbahasa Melayu? Tidak ada data pasti.   Henri Chambert-Loir memberikan   kama sami’tuhu min jaddi wa-abi,   kontroversial dan mengundang kritik
 Namun, setidaknya kita bisa merujuk   komentar kritis atas kebanyakan sarjana,   supaya akan menyukakan duli hadhirat   serta tanggapan, bahkan kutukan,
 pada manuskrip Melayu Undang-undang   seperti Shellabear (1896) Winstedt (1938,   baginda. Maka Fakir namai hikayat itu   dari ulama-ulama ortodoks semisal
 Tanjung Tanah, yang masih ditulis   1969), Liaw Yock Fang (1993) Teuku   Sulalat al-Salatin yakni peraturan segala   Nuruddin al-Raniri (w. 1658), seperti
 menggunakan aksara pasca-Palawa.   Iskandar (1995), dan lainnya, yang   raja-raja…” (Iskandar 1995, 245).  akan dikemukakan di bawah.
 Manuskrip ini berasal dari abad ke-14,   lebih suka menyebut judul teks Sulalat   Sulalatussalatin dapat dianggap
 tepatnya era Kerajaan Adityawarman   al-Salatin sebagai Sejarah Melayu atau   sebagai karya yang menandai sejarah   Pemikiran-pemikiran Hamzah tentang
 di Suruaso (Tanah Datar, Sumatera   Malay Annals. Menurutnya, penyebutan   awal penulisan manuskrip melayu   makrifat dan pengetahuan mistis Islam
 Barat), antara 1345 hingga 1377 M (Ulrich   Sejarah Melayu atau Malay Annals   bernafaskan Islam. Tapi, karya ini bukan   tersebut dituangkannya dalam sejumlah
 Kozok 2004). Dengan demikian, kita   tersebut mengikuti dua tulisan paling   termasuk kategori kitab.  karya sastra, baik berbentuk prosa
 bisa berasumsi bahwa hingga akhir   awal terkait teks Sulalat al-Salatin yang   maupun puisi, yang telah mengundang
 abad ke-14, penulisan bahasa melayu   disebutnya ‘misleading’. Dua tulisan   Adapun karya jenis kitab yang termasuk   banyak sarjana untuk mengkajinya.
 masih menggunakan aksara pasca-  yang dimaksud adalah Leyden 1821 dan   kategori awal ditulis oleh Hamzah   Untaian sajak dan puisinya dianggap
 Palawa, pengaruh India, dan belum   Abdullah 1841 seperti dikemukakan   Fansuri, seperti kitab Asrar al-‘arifin,   orisinal dan bernilai sastra tinggi, dan
 menggunakan aksara Jawi pengaruh   di atas (Chambert-Loir 2005, 133).   Sharb al-‘ashiqin dan al-Muntahi. Hamzah   bahasa Melayu yang digunakannya
 Islam.  Muhammad Haji Salleh barangkali   juga menulis karya-karya berbentuk   pun penuh simbol yang menimbulkan
 adalah salah seorang kekecualian,   syair, seperti Syair Burung Unggas,   multitafsir.
 Bukti-bukti tertulis yang ada   karena dalam publikasinya (1997),   Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Sidang
 mengindikasikan bahwa penulisan   ia memberi judul Sulalat al-Salatin,   Fakir, dan lainnya. Semuanya ditulis   Di antara karya-karya Hamzah yang
 manuskrip Melayu pengaruh Islam   demikian juga dalam artikelnya yang   menggunakan aksara Jawi berbahasa   menarik banyak kajian, ada tiga risalah
 dimulai pada sekira abad ke-15.   lain berjudul “Sulalat al-Salatin: Adikarya   Melayu.  dalam bentuk prosa yang patut disebut,
 Mayoritas sarjana sejauh ini sepakat   Akalbudi Melayu”. 2  yakni Syarb al-‘asyiqin, Asrar al-‘arifin,
 bahwa Sulalatusalatin adalah karya   Hamzah Fansuri (w. 1527) 3 dapat   dan al-Muntahi. Jumlah karya Hamzah
 pertama yang ditulis pada masa ini, dan   Dalam perspektif filologi, judul sebuah   dianggap sebagai penulis manuskrip   yang sampai kepada kita memang
 menjelaskan tentang Kesultanan Melayu   teks memang seyogyanya didasarkan   Melayu Islam pertama yang mewariskan   terlalu sedikit dibanding dengan
 di Malaka abad ke-15. Teks ini berkisah   pada informasi asal yang berasal dari   karya-karya sastra sufistis dalam bentuk   kemasyhurannya sebagai seorang tokoh
 tentang masuk Islamnya Merah Selu,   teks itu sendiri, sejauh informasi terkait   syair dan puisi. Karya-karya Hamzah   perintis sastra Sufi Melayu. Bisa jadi
 yang kelak mengubah nama menjadi   bisa dijumpai.  Dalam hal Sulalat al-  Fansuri memiliki karakter yang kuat   sebagian karya Hamzah tersebut ada
 3


 566  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   567
   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584