Page 582 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 582

tampaknya merupakan hasil ‚perasan‘ dari   Jawiyyin (komunitas Muslim Nusantara)                    Nusantara lain, yang menganggap bahwa   Terlepas dari kesimpulan baru dari Johns
            berbagai sumber untuk memperlihatkan    bergabung di dalamnya.                                      pada dasarnya tidak ada masalah dengan   di atas, pengaruh al-Tuhfah al-mursalah
            konsep kunci tertentu di bidang pemikiran                                                           ajaran yang terkandung di dalamnya,    memang sangat jelas terlihat dalam
            tasawuf (Johns 1965, 6).                Meski ada persamaan tema yang dibahas,                      hanya saja perlu penjelasan dan penafsiran   karya-karya para ulama Sufi Nusantara
                                                    yakni tentang martabat tujuh dan wahdatul                   yang kemungkinan dapat diterima oleh   lain yang menganggap bahwa pada
            Dalam perkembangan berikutnya,          wujud, namun tidak ada bukti tertulis                       kalangan Muslim ortodoks sekalipun.    dasarnya tidak ada masalah dengan
            seperti terjadi juga di wilayah Nusantara,   yang meyakinkan bahwa karya-karya al-                                                         ajaran yang terkandung di dalamnya,
            kitab al-Tuhfah al-mursalah kemudian    Sumatra’i menerima pengaruh dari kitab                      Penting dikemukakan bahwa setelah      hanya saja perlu penjelasan dan
            ‘dibesarkan’ oleh teks-teks lain yang   al-Tuhfah al-mursalah. A.H. Johns bahkan                    menelaah lebih saksama lagi teks       penafsiran yang kemungkinan dapat
            ditulis sebagai komentar atasnya, seperti   meyakini bahwa gagasan al-Sumatra’i                     Jawhar al-haqa’iq, Johns mengakui bahwa   diterima oleh kalangan Muslim ortodoks
            al-Haqiqah al-muwafiqah li al-shari’ah    sangat genuine dan tidak dipengaruhi oleh                 kesimpulannya tentang pengaruh al-     sekalipun.
                                           5
            karya al-Burhanpuri sendiri, Nukhbat al-  konsep martabat tujuh yang dirumuskan                     Burhanpuri terhadap al-Sumatra’i itu
            mas’alah sharh al-Tuhfah al-mursalah karya   oleh ulama India tersebut. Johns meyakini              keliru. Sebaliknya, ia kini meyakini   Salah satu contoh yang baik dalam
            ‘Abd al-Ghani ibn Isma’il al-Nabulusi,   hal tersebut setelah mengkaji karya-                       bahwa teks Jawhar al-haqa’iq itu lahir   konteks ini adalah kitab Mulakhkhas li al-
            Ithaf al-dhaki bi-sharh al-Tuhfah al-mursalah   karya al-Sumatra’i secara mendalam,                 lebih duluan ketimbang al-Tuhfah,      Tuhfah karya Abdussamad al-Falimbani,
            ila al-Nabi  karya Ibrahim al-Kurani,   khususnya kita Jawhar al-haqa’iq (Permata                   sehingga dapat dianggap sebagai karya   yang merupakan terjemahan harfiyah
                     6
            al-Mawahib al-mustarsalah ‘ala al-Tuhfah    Hakikat), yang oleh sejumlah sarjana                    asli al-Sumatra’i. Johns mengatakan:   antarbaris dalam bahasa Melayu dari
                                              7
            (‘Abd al-Ra’uf ibn ‘Ali al-Jawi al-Fansuri?),   dianggap sebagai salah satu bukti puncak                                                   al-Tuhfah al-Mursalah. Dalam karya
            al-mulakhkhas ila al-Tuhfah (Melayu) karya   pencapaian intelektual Islam tertinggi                 There is a general view that the       terjemahannya ini, al-Falimbani terkesan
            ‘Abd al-Samad al-Falimbani. Umumnya,    yang pernah dicapai oleh seorang                            Jawhar is post-Tuhfah, and is either   ingin melakukan “akomodasi” atas teks
            kitab-kitab komentar tersebut mencoba   pemikir Muslim di wilayah Kepulauan                         derived from it or a commentary        aslinya, karena sebagai sebuah karya
            memberikan penjelasan lebih terperinci   Nusantara (Johns 1975, 152). Kitab ini                     on it. Up to the present I had         terjemahan harfiyah, al-Falimbani
            tentang konsep-konsep tasawuf filosofis   mengandung penjelasan mendalam al-                        accepted and indeed endorsed this      malah melakukan perubahan yang
            yang dibahas secara sangat singkat      Sumatra’i tentang konsep wahdat al-wujud,                   assumption, believing I had found      sangat signifikan menyangkut pilihan
            dalam al-Tuhfah al-mursalah.            serta menawarkan pengetahuan tentang                        references to the TuÍfah and its       kata-kata dan susunan kalimat bahasa
                                                    Tuhan melalui Sifat-sifat dan Nama-                         author encrypted into its text. After   Arabnya, kendati substansi dan
            Dalam konteks Nusantara, popularitas    nama-Nya.                                                   a closer study of the Jawhar, I now    sistematikanya tetap sama; sejumlah
            al-Tuhfah al-mursalah, hingga                                                                       believe I was wrong. The schema        kata kerja (fi’il), misalnya, diungkapkan
            menjadikannya sebagai salah satu        Pengaruh al-Tuhfah al-mursalah                              of five levels of being in the Jawhar   kembali dalam bentuk kata benda
            karya otoritatif di bidang tasawuf      sesungguhnya tidak terbatas pada al-                        as compared with that of seven in      (masdar) ; beberapa ungkapan kalimat
            filosofis tersebut, diawali pada awal   Sumatra’i dan sejumlah ulama Sufi                           the Tuhfah suggests that the works,    yang dianggap panjang dan njelimet
            abad ke-17 ketika karya ini mulai       Aceh lainnya, melainkan juga diadopsi,                      although in the same theosophical      pun diganti dengan kalimat yang lebih
            dikaji oleh kelompok Sufi asal India    diakomodasi, disalin ulang, dan bahkan                      tradition, were written independently   pendek dan sederhana. Ini berarti
            di Madinah, dan sejumlah jamaat al-     ditafsirkan lagi oleh para ulama Sufi                       (Johns 2013, 32).                      al-Falimbani menghadirkan ulang



         570    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   571
   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587