Page 590 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 590

Muhammad Yusuf al-Makassari (1629-      seperti Malaysia, Patani di Thailand                        manuskrip keislaman di wilayah ini     kitab tasawuf Umdat al-muhtajin karya
            1699) ; Arsyad al-Banjari (1710-1812),   Selatan, hingga Kepulauan Mindanao                         memang belum banyak terungkap          al-Sinkili dan kitab hadis Hidayat al-Habib
            Dawud al-Fatani (w. 1847) ; Nawawi      di Filipina Selatan. Penelitian mutakhir                    sebelumnya.                            fi al-Targhib wa al-Tarhib karya Nuruddin
            al-Bantani (1813-1879), Ahmad Rifa’i    atas manuskrip asal Marawi City,                                                                   al-Raniri sebagai rujukan dalam karya-
            Kalisalak (1786-1870), Ahmad Khatib     Mindanao telah terbit dengan judul The                      Kini, dengan data yang baru dijumpai,   karyanya.
            Sambas (1803-1875) ; Muhammad Saleh     Library of an Islamic Scholar of Mindanao:                  kita dapat meyakini bahwa hubungan     Bahkan, di Perpustakaan Nasional
            Darat al-Samarani (w. 1903M), Ahmad     The Collection of Sheik Muhammad Said                       keilmuan antara Muslim Mindanao        Jakarta kita menjumpai sebuah naskah
            Khatib al-Minangkabawi (1860-1916), dan   bin Imam sa Bayang at the Al-Imam                         dengan ulama-ulama Nusantara di Aceh   Melayu ML 361 berjudul Bidayat al-
            Muhammad Yasin al-Padani (1917-1990)    As-Saddiq (A.S.) Library, Marawi City,                      dan Banten telah terjalin cukup kuat   Mubadi ‘ala ‘Aqidat al-Mubtadi karangan
            pada abad ke- 20, serta sejumlah ulama   Philippines: An Annotated Catalogue with                   pada masa lalu. Salah satu manuskrip   “…Abdul Majid Mindanawi pada nama
            lainnya.                                Essays (Fathurahman, Kawashima, and                         tasawuf berjudul Sayyid al-Ma’arif     negerinya, Syafi’i pada mazhabnya..”.
                                                    Riwarung 2019).                                             karangan ulama Mindanao, Syekh
            Nyaris tidak mungkin membahas                                                                       Ihsan al-Din, misalnya menyebutkan     Di akhir halaman, Abdul Majid
            secara komprehensif tradisi penulisan   Dalam koleksi Syeikh Muhammad Said                          “…bahwasanya Syekh kita, Syekh Haji    menjelaskan bahwa ia menulis karyanya
            dan penyalinan manuskrip keagamaan      yang disebut di atas, terdapat setidaknya                   Abdullah ibn Abdul Qahhar al-Syattari   ini fi balad al-Asyi (Aceh) pada hari Jumat,
            Melayu dalam tulisan pendek ini.        43 manuskrip keislaman yang ditulis                         al-Syafi’i Banten telah mengambil Tarekat   6 Rajab masa Pemerintahan Sultan
            Apa yang telah dikemukakan di           terutama menggunakan bahasa Melayu,                         al-Syattari jalan kepada Allah…” Seperti   Mahmud Syah (1767-1787), pewaris tahta
            atas baru sebatas mengupas tradisi      selain Arab dan Maranao. Dijumpainya                        kita mafhum, Abdul Qahhar al-Bantani   dari Sultan Johan Syah. Bisa jadi, Abdul
            tersebut di Aceh, wilayah awal tumbuh   tradisi penulisan dan penyalinan                            yang disebut sebagai ‘Syekh kita” itu   Majid pernah belajar langsung kepada
            berkembangnya Islam di Nusantara.       manuskrip di wilayah ini menunjukkan                        adalah mursyid Tarekat Syattariyah pada   ulama-ulama terkemuka di Aceh masa
            Itu pun belum menyebut semua karya      adanya jaringan serta koneksi para                          masa Sultan Zain al-Asyiqin, penguasa   itu, dan cukup dekat dengan kalangan
            yang lahir di Aceh pada kurun waktu     penulis Muslim setempat dengan                              Kesultanan Banten abad ke-18.          istana.
            abad ke-16, 17, hingga 18. Pembahasan di   saudara-saudaranya sebangsa Melayu                                                              Sulitnya akses terhadap bukti-bukti
            atas hanya bagian kecil saja dari ulasan   di wilayah lain, khususnya Aceh, pada                    Nama-nama guru yang disebut dalam      tertulis sejarah Melayu Islam di
            atas sumber tertulis yang sangat awal   sekira abad ke-18 dan 19.                                   silsilah ulama Mindanao ini ujung-     Mindanao memang menjadi masalah
            dan berpengaruh di seluruh antero                                                                   ujungnya ternyata juga terhubungkan    tersendiri. Konflik etnis dan politis yang
            Nusantara.                              Sejauh ini, Jaringan Ulama Azyumardi                        kepada Ahmad al-Qusyasyi, guru bagi    berlarut-larut mengakibatkan setiap
                                                    Azra (1994) dianggap sebagai kajian                         ulama Aceh terkemuka abad ke-17,
            Kita tahu bahwa selain di Aceh, pusat   terlengkap saling silang hubungan                           Abdurrauf al-Jawi al-Sinkili. Bukti    orang cenderung curiga dan hati-hati
                                                                                                                                                       kepada setiap pendatang.
            penulisan manuskrip keagamaan           keilmuan antarulama Melayu-Nusantara                        hubungan intelektual Muslim Maranaos
            Melayu juga tumbuh di Minangkabau,      dengan Haramayn. Tapi, keterlibatan                         dengan Aceh juga dapat ditemukan       Akses terhadap jejak-jejak intelektual
            Sulawesi Selatan, Kesultanan Palembang,   ulama Melayu-Mindanao ternyata masih                      dalam beberapa manuskrip koleksi       Muslim di bagian lain Melayu-Nusantara
            Riau, Kepulauan Borneo, hingga          luput dari pengamatannya, mungkin                           Shiek Ahmad Basher di Jamiat Muslim    pun kini telah terbuka. Bukan hanya
            wilayah-wilayah di luar Indonesia,      karena tradisi penulisan dan penyalinan                     Mindanao, yang antara lain menyebut    Koleksi Haji Muhammad Said dan Shiek



         578    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   579
   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595