Page 144 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 144
Tiap-tiap kepulauan ini terdiri atas 6 sampai dengan 76 buah pulau. Daftar lengkap
pulau yang ada di tiap-tiap kepulauan dapat dilihat dalam lampiran buku ini yang
diambil dari AL van Hasselt dan HJEF Schwartz 1898 (De Poeloe Toedjoeh in het
zuijdelijk gedeelte der Chineezen zee, TNAG, hlm. 21—25 ).
Setelah pemerintah kolonial hadir di kepulauan itu, hukum positif Belanda hadir di
wilayah itu. Penataan administratif yang semula didasarkan pada tatanan tradisional
dengan hadirnya pemerintah kolonial, wilayah ini harus mengikuti sistem penataan
wilayah yang berlaku pada saat itu. Dalam bukunya yang berjudul Perjalanan di
Wilayah Riau dan Sekitarnya yang beredar, baik di Belanda maupun di wilayah Hindia
Belanda, R.C. Kroesen dan E. Netscher memberikan laporan yang terjadi di Pulau
Tujuh pada 1894, 1895, dan 1896.
Pada April dan Juli 1895 Angkatan Laut Inggris menerbitkan dua peta tentang
Kepulauan Anambas. Peta pertama dengan skala 1:175.000 dan peta kedua yang
dibuat hanya kepulauan timur saja dengan skala 1:72.650. Dengan seizin Pemerintah
Kolonial Belanda, pengukuran untuk peta dilakukan pada 1893 oleh para perwira
kapal penyelidik Egeria di bawah perintah komandan E. Mostyn Field. Berdasarkan
kedua peta ini, dibuat peta tinjauan dengan skala 1:200.000.000 yang dilampirkan
dalam buku mereka.
Sejak beberapa tahun, Pulau Tujuh dikunjungi oleh para pejabat Belanda tanpa
kapal perang atau kapal uap pemerintah. Mereka kemudian melakukan kajian dan
penelitian, khususnya tentang flora dan fauna, tanah, kondisi geografi, rakyat, dan
bahasanya. Peta-peta Inggris yang terbit terakhir memberikan gambaran tepat tentang
Kepulauan Anambas di bawah Pulau Jemaja dan Siantan. Mereka menunjukkan
banyak celah dan selat yang tidak dapat dilayari oleh kapal laut, menawarkan jalan
air yang baik dan di antara pulau-pulau ini dijumpai tempat berlabuh yang baik yang
sebelumnya diduga tidak bisa dijangkau orang. Kesalahan mencolok dalam peta itu
adalah nama yang tidak mungkin dieja dalam bahasa daerah. Kebanyakan peta yang
dibuat oleh Inggris memiliki karakteristik seperti itu.
Setelah mempelajari peta-peta yang dibuat oleh Inggris, orang-orang Belanda
termotivasi meneliti dan membuat peta. Untuk melakukan perjalanan ke daerah
selatan ini, sangat penting untuk memilih waktu yang baik dalam tahun yang sedang
berjalan. Selama angin pasang, khususnya angin pasang timur laut yang berembus
kencang, perairan selatan LCS ini menjadi medan lautan yang bergolak. Celah karang
yang menonjol dari laut yang mengelilingi pulau itu dan pinggiran serta celahnya
harus diwaspadai oleh nakhoda kapal yang berlayar di sekitar kepulauan itu. Sejumlah
pulau tidak mungkin didarati karena ombak yang sangat tinggi menyerupai badai ada
di beberapa wilayah di kepulauan itu.
Waktu yang cocok untuk mengunjungi pulau-pulau itu adalah waktu perubahan
musim pada awal tahun. Pelayaran akan lebih mudah pada awal tahun daripada
Mutiara di Ujung Utara 127

