Page 145 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 145
akhir tahun. Periode kedua musim itu juga tidak menguntungkan bagi para pelaut.
Perjalanan selama bulan Februari 1896 dengan kapal Flamingo berlangsung cepat,
tetapi peluang berhasil dan cuaca tenang sangat kecil. Bulan April dan Mei sangat
menguntungkan bila melakukan kunjungan ke pulau-pulau yang letaknya jauh.
Untuk lebih memudahkan pelayaran ke bagian barat Kepulauan Pulau Tujuh, orang
harus menunggu air pasang di Pelabuhan Riau yang membentang ke utara. Jadi,
ketika sore hari tiba, para pelaut mengangkat sauh dan berlayar melalui Selat Riau
dengan kecepatan tinggi. Tiga jam setelah meninggalkan pelabuhan itu, mereka
mencapai celah Pan dan menyeberangi Selat Singapura menuju mercusuar besar yang
merupakan akses masuk ke Pulau Horsburghrots. Dari Selat Riau sampai mercusuar
itu diperlukan waktu selama 2 ½ jam. Apabila berlayar ke arah timur laut, dengan
kecepatan delapan mil kapal akan memasuki lautan luas.
Pulau-pulau yang terletak di Kepulauan Anambas yang bersatu dalam bentuk
tidak teratur, berupa batuan karang dan pegunungan tinggi yang hampir
semuanya tidak berpenghuni. Teluk Terempa yang pada peta laut Inggris
disebut Tupenier, sangat dalam. Di semua sisinya kecuali di sisi barat laut
terlindung dari hembusan angin, yang memungkinkan dijadikan tempat
berlabuh yang baik. Pulau itu dikelilingi oleh Gunung Ayer Padang di timur,
Gunung Tambus di selatan, dan gunung Paliung di barat yang menjulang tinggi
dan lerengnya dikelilingi oleh perairan karang. (D.G. Stibbe en H.J. De Graaff,
1919. “Riouw en Onderhorigheden” dalam Encyclopaedie van Nederlandsch
Indie, tweede deel‘s (Gravenhage, Martinus Nijhoff, hlm. 429—432).
Selain di Pulau Tujuh, seluruh wilayah Keresidenan Riouw en Oderhorigheden (Riau
dan sekitarnya) secara politis wilayah ini dibagi menjadi 2 wilayah besar (keresidenan),
yakni Riau Lingga dan Indragiri. Oleh pemerintah, wilayah ini dibagi menjadi enam
afdeeling, yaitu sebagai berikut.
1. Lingga dipimpin seorang asisten residen di Tanjung Buton (tempat kedudukan
yang ditunjuk sejak tahun 1868 adalah Dai, kemudian sejak 1888 Lingga, tetapi
sebenarnya, adalah Tanjung Buton yang terletak lebih dari satu jam di sebelah barat
dayanya).
2. Tanjung Pinang di bawah seorang kontrolir berkedudukan di Tanjung Pinang dan
dibantu oleh seorang asisten kontrolir.
3. Batam di bawah seorang kontrolir di pulau karang Boyan hanya dihuni oleh
pegawai pemerintah, seperti halnya Tanjung Buton, sebuah pegunungan karang
yang dipisahkan dari Lingga melalui rawa sebagai suatu tempat yang sangat tidak
cocok untuk dipilih.
4. Karimun dipimpin seorang kontrolir di Tanjung Balei.
5. Pulau Tujuh di bawah seorang letnan Cina di Siantan,tetapi yang tidak memiliki
kewenangan seperti kontrolir.
6. Indragiri berada di bawah seorang kontrolir di Rengat yang sejak 1892 bersifat
sementara dan sejak 1899 permanen dibantu oleh seorang aspiran kontrolir.
128 Sejarah Wilayah Perbatasan Kepulauan Natuna

