Page 289 - Final Manuskrip Gedong Kirtya Jilid II
P. 289

Tempat penyimpanan: keropakan,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   asal: salinan dari buku milik I Goesti
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Poetoe Djlantik, keadaan: baik, ukuran:
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   50,5 cm x 3,6 cm, ruang tulisan: 41,2
                                     RINGKASAN ISI BABAD                                                                                                                                                                                                                                                                                           cm x 3,6 cm, tebal: 17 lembar, jumlah
                                     Diceritakan pada masa terdahulu di pulau Bali diperintah oleh seorang raja   disebabkan belum adanya anugrah bhatara untuk menyuarakan genta.                                                                                                                                                                 halaman: 34 halaman, jumlah bari per
                                     yang sangat dipuja oleh rakyatnya namun belum memenuhi phalakretine   Kemudian Sangkul Putih memohon bantuan kehadapan dewa lengkap                                                                                                                                                                           halaman: 4 baris per halaman, aksara:
                                     di Bali. Oleh sebab itu, ditakdirkan di Bali semuanya diwajibkan membuat   dengan mempersembahkan sesajen yang serba suci di pura dilengkapi                                                                                                                                                                  Bali, cara penulisan: digurat dari kiri
                                     tempat suci sebagai pemujaan raja-raja serta pura tempat warga desa   dengan sarana berupa serbuk harum, cendana, kemenyan dan majagawu                                                                                                     44.                                                               ke kanan, bahan: daun lontar, bahasa:
                                     sembahyang di masing-masing desa. Adapun tempat sembahyang untuk   yang dilaksanakan kira-kira selama setengah bulan. Selanjutnya turunlah                                                                                                                                                                    Kawi, bentuk teks: geguritan, subjek:
                                     memuja di Bhaśukiḥ ditandai dengan adanya meru berjajar di sebelah   pretata dan pretāksu dan bersabda “Hai Sangkul Putiḥ ada hal apa yang                                                                                                                                                                    babad.
                                     selatan Bhaśukiḥ. Keberadaan dari para bhatara, sanggar hagung,   menyebabkan dirimu bersusah hati?” Di sana Saṅkul Putiḥ bersujud dan                                                   BABAD USANA BALI MAYADANAWANTAKA                                                                                     Keterangan lain: pada lembar 1 recto
                                     gunung hagung, puseh limas sari, limascatu dan kediaman bhatara di   berkata “wahai pretata prataksu yang menyebabkan hamba bersusah hati                                                                                                                                                                     di bagian kanan terdapat tulisan dari
                                     maspahit. Akhirnya perkembangan pura tersebut ditiru oleh masyarakat   karena belum ada anugrah untuk menyuarakan genta” pertanyaannya pun                                                                                           VB/2/477                                                                 pensil berhuruf Latin “Usana Bali
                                     Bali di masing-masing desa serta ditiru oleh tri wangsa dengan membuat   dijawab dan wajib ditiru oleh Sangkul Putih sebagai pengingat wajib untuk                                                                                                                                                            Mayadanawāntaka, toeroenan dari
                                     pamrajan. Kisah lain muncul dari Sangkul Putih setelah lama menjadi   dijadikan sebagai pedoman yang termuat pada Usana Bali.                                                                                                                                                                                 boekoe kepoenjaan I Goesti Poetoe
                                     pamangku di Bhasukih ada hal yang menyulitkan mangku Sangkul Putih                                                                                                                                                                                                                                            Djlantik, Anak-Agoeng negara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Boeleleng, ditoeroen oleh I Gde
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Ngembak, Br. Dangin peken.”
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Pengarang/penyalin: I Gde Ngembak.





















                 278                 KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA                                                                                                                                                                                                                      KHAZANAH MANUSKRIP SEJARAH KOLEKSI GEDONG KIRTYA         279
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294