Page 38 - E-MODUL REVISI OKE
P. 38

sebagai berikut:

                                              1                       1
                          2    4 |     6      ( )  1 2     |  3      ( )  1   2     | 3
                                                                    1
                                            1
                                                                      2
                                              2
                        [               ]  →     [              ]  →     [                ] .
                          1    2 |     1          1 2      |  1           0   0    |  −2

                      Baris  terakhir  memperlihatkan  bahwa  sistem  tersebut  tidak
                      mempunyai  solusi,  karena  jika  dibawa  kembali  ke  bentuk
                      persamaan diperoleh 0   + 0   = −2, di mana tidak ada pasangan
                             ′
                      (    ,    )  mana  pun  yang  memenuhinya,  sehingga  sistem
                         ′
                      persamaan dalam contoh ini tidak mempunyai solusi.

                          Kesimpulan yang bisa diambil dari uaian dan contoh-contoh
                      yang diberikan adalah solusi suatu sistem persamaan linear ada
                      tiga kemungkinan yaitu:

                          1.  Sistem persamaan linear yang mempunyai solusi tunggal,

                          2.  Sistem  persamaan  linear  yang  mempunyai  solusi  tak
                             hingga banyak, dan

                          3.  Sistem persamaan linear yang tidak mempunyai solusi.
                      Sistem persamaan linear yang mempunyai solusi (baik tunggal
                      maupun  tak  hingga  banyak)  disebut  sistem  yang  konsisten.
                      Sementara itu, sistem persamaan linear yang tidak mempunyai

                      solusi disebut sistem yang inkonsisten.

                          Contoh-contoh  bentuk  eselon  baris  (tereduksi)  yang  sudah
                      sudah  dijelaskan  sebelumnya  memperlihatkan  bahwa  bisa
                      didefinisikan hal khusus mengenai banyaknya baris tak nol yang

                      dimilikinya yang disebut rank matriks.
                      Definisi  1.18  Diberikan  matriks  A  yang  berukuran      ×   .  Jika
                      bentuk  eselon  baris  A  mempunyai  k  baris  tak  nol,  maka  baris  A
                      dikatakan  mempunyai  rank  k.  rank  matriks  A  dinotasikan  sebagai
                      rk(A).





                                                           37
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43