Page 43 - E-MODUL REVISI OKE
P. 43

dan

                                             1   0 0              1 0     0
                                                            (3)
                                                          23
                                        =  [0    1 0] →     [0 1          3] =   
                                      3
                                                                                   3
                                             0   0 1              0 0     1

                          Pada  saat  dilakukan  suatu  operasi  baeis  elementer  pada
                      sebuah  matriks,  hal  ini  juga  berarti  matriks  tersebut  dikalikan
                      dari  sebelah    kiri  dengan  suatu  matriks  elementer  dari  operasi
                      baris elementer yang bersesuaian.

                          Jika  pada  matriks  A  berikut  dilakukan  operasi  baris
                      elementer  yaitu  baris  pertama  ditukar  letaknya  dengan  baris
                      ketiga, maka diperoleh matriks     di bawah ini:
                                                               1

                                                  5     0    2         −2    3     7
                                             = [ 0      3 −4] → [ 0          3 −4] =   
                                                                                            1
                                                 −2     3    7          5    0     2

                      Matriks     juga dapat diperoleh dengan cara:
                                  1

                                                   0   0 1         5    0    2        −2     3    7
                                    =       =  [0      1 0]   [ 0       3 −4] = [ 0          3 −4],
                                          1
                                   1
                                                   1   0 0       −2     3    7         5     0    2

                      Dengan  matriks       adalah  matriks  elementer  yang  diperoleh
                                              1
                      dengan  menukar  letak  baris  pertama  dan  ketiga  pada  matriks
                      identitas.

                          Akibatnya, sejumlah berhingga operasi baris elementer yang
                      diterapkan pada suatu matriks sama artinya dengan mengalikan
                      sebanyak berhingga matriks-matriks elementer yang bersesuaian
                      dengan OBE yang dilakukan pada matriks tersebut. Jika bentuk
                      yang dicari adalah bentuk eselon baris tereduksi B dari matriks

                      A, maka dapat diilustrasikan sebagai berikut:
                                                  =                     .
                                                            −1…  2 1



                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48