Page 43 - MAJALAH 72
P. 43

ANGGARAN



            ini kan lucu,” katanya. Padahal, dia tidak      Memang, bank juga mengalami situasi   kerakyatan, apapun bidangnya.
            tahu akibat dari pesatnya pembangunan   yang dilematis. Kalau tidak memakai      Tak  kalah  pentingnya  untuk
            mal-mal itu, pasar-pasar tradisional   jaminan terjadi resiko yang merugikan   memberdayakan ekonomi kerakyatan,
            yang dianggap kumuh dan becek akan   dan petugas bank dikenakan sanksi,   pembinaannya harus satu atap, jangan
            terlindas semuanya, dan ekonomi rakyat   karena dianggap menyalahgunakan   semua departemen ikut membina, cukup
            yang berkembang di situ akan habis.  pemberian kredit yang tidak sesuai   satu badan, kementerian atau departemen.
               Seperti Carrefour, termasuk swalayan   dengan aturan yang berlaku.  Pembinaan satu atap (one self service)
            yang sangat berkuasa sekali akibatnya      Jadi keleluasan Bank sendiri tidak   jauh lebih efektif dibandingkan dengan
            Giant, Matahari, Hero dimakan oleh   membina usaha kecil, menengah, sangat   banyaknya departemen yang terlibat
            Carrefour. Padahal Carrefour ini adalah   tergantung juga dengan UU yang ada,   didalamnya.
            modal besar dari Perancis yang lama-  bank jadi kurang lincah. Kecuali Bank-     Azwir yang concern terhadap usaha
            lama membeli semua swalayan-swalayan   bank swasta seperti Bank BCA, Bank   kecil dan menengah ini mengatakan,
            besar milik pengusaha nasional.  Niaga, Bank Danamon yang lebih berani   memasuki abad 21 dan millennium
               Hal inilah yang belum diatur secara   dan  agresif memberikan pinjaman   ke tiga, keberpihakan terhadap usaha
            khusus, kalaupun ada peraturannya,   sampai ke sektor mikro kecil menengah   kecil, menengah, mesti dilakukan secara
            tapi belum ada UU yang mengatur itu.   di seluruh kabupaten, yang kebanyakan   sistematis dan terencana.
            “Maka saya katakan kepada Menteri   tidak memakai  jaminan.         Bahkan, katanya, kalau perlu ada
            Perdagangan, Menteri Perindustrian      Bank asing lebih berani memberikan   badan khusus setingkat menteri yang
            dan Menteri Koperasi dan UKM kalau   kredit tanpa jaminan karena bank-bank   menangani usaha kecil dan menengah.
            banyak  investor asing secara bebas masuk   tersebut mempunyai modal yang besar.   Selama ini, kita memang memiliki
            di bidang retail, lama-lama kita bisa jadi   Sementara Bank-bank milik Negara atau   Menteri Koperasi dan UKM. Tapi
            budak bangsa asing,”  ujarnya.  BUMN sangat terikat dengan peraturan   nuansa  berfikir  dan  bertindaknya
                                            UU Perbankan kita.               masih sangat birokratis, keputusan-
            DPR Lambat                                                       keputusan yang diambil tidak secepat
               Dalam hal perundang-undangan,  Memberdayakan Ekonomi          yang diharapkan, dan masalah yang
            Azwir menyayangkan DPR lambat  kerakyatan                        dihasilkanpun terkadang tidak spesifik.
            membuat  UU  yang  menyangkut      Untuk memberdayakan ekonomi      Program yang dibangun masih
            kepentingan ekonomi rakyat. Walaupun   rakyat, Azwir berpendapat, ada beberapa   bersifat massal, padahal cara-cara seperti
            sudah ada UU Usaha Mikro Kecil dan   hal yang dapat dilakukan, pertama,   ini sudah tidak bisa dipertahankan.
            Menengah, yang sampai sekarang belum   dalam kaitannya dengan Kepres Nomor   Penanganan terhadap UKM, mesti
            ada PPnya, juga sudah ada UU BUMN,   80 Tahun  2003  tentang  Pedoman   dilakukan secara professional, runtut,
            tapi itu pun lambat. Pemerintah sudah   Pelaksanaan Pengadaan Barang dan   sistematis, terencana dibawah satu
            mengajukan UU Perdagangan dan UU   Jasa. Dalam Kepres tersebut disebutkan   koordinasi. Jangan seperti sekarang, ada
            Perindustrian, tapi sampai sekarang   untuk pengadaan di atas Rp 50 juta harus   16 separtemen dan kementerian yang
            belum terealisasi.              melalui tender, lima puluh juta ke bawah   menangani UKM. Dan pola mereka satu
               “Saya juga bingung ini tidak dijadikan   dengan penunjukkan langsung.  sama lain berbeda, sehingga out-putnya
            prioritas padahal sangat penting sekali,”      Ke depan penunjukkan langsung   pun berbeda.
            kata Ketua Umum Dewan Pimpinan   ini dapat ditingkatkan dari Rp 50      Azwir  menambahkan,  kalau
            Pusat Kerukunan Usahawan Kecil dan   juta menjadi  Rp 500 juta. Jadi usaha   bangsa ini mau makmur dan sejahtera
            Menengah Indonesia ini.         kecil dapat proyek yang lumayan besar   dikemudian hari, siapapun Presidennya
               Berbicara  keberpihakan  Bank,   jumlahnya dan ada pemerataan antara   yang terpilih nanti, kita menghendaki
            menurut Azwir, bank belum sebaik   pengusaha kecil dan menengah dengan   ekonomi rakyat harus menjadi prioritas
            yang diharapkan dalam mendorong   pengusaha besar.               sebagai  tulang  pembangunan  atau
            pertumbuhan sektor ekonomi rakyat. Hal      Selain itu, UU Perbankan harus   kebutuhan ekonomi bangsa  kita.
            itu dapat dilihat dengan tingginya bunga   diubah.  Kredit  usaha-usaha  kecil      Semua kekayaan bumi kita, harus
            bank bagi usaha kecil, menengah dan   bunganya harus lebih murah daripada   diperuntukkan untuk rakyat  banyak,
            persyaratan yang sulit. Pada prinsipnya   usaha-usaha besar lainnya.  bukan orang per orang.   Kita tidak
            bank mencari keuntungan yang sebesar-     Hal lainnya, memberikan kesempatan   anti modal asing, tetapi modal asing
            besarnya dengan modal yang sekecil-  berusaha sektor usaha kecil yang sebagian   harus paralel, seimbang dengan modal-
            kecilnya.                       besar petani, industri-industri kecil,   modal dalam negeri, usaha mikro, kecil,
               Seseorang mau meminjam hanya Rp   pedagang kecil, kesemuanya itu diberikan   menengah dan koperasi yang ada di
            5 juta saja harus pakai jaminan. Misalnya   akses kemudahan-kemudahan serta   negara kita.
            orang dapat dana KUR Rp 5 juta, 70   pembinaan dan pelatihan.       Azwir  berharap,  ekonomi
            persen memang dijamin oleh negara, tapi      Mereka juga harus dididik cara   kemandirian harus menjadi tulang
            30 persen sisanya bank minta jaminan   mengatur uang 10 juta itu agar dapat  terus   punggung kekuatan ekonomi kita ke
            seperti BPKB, sertifikat, atau surat-surat   berkembang. Kesempatan itu diberikan   depan, supaya bangsa kita maju dan kuat
            berharga lainnya.               seluas-luasnya pada sektor ekonomi   dikemudian hari. (tt)

                                                                               PARLEMENTARIA TH. XL NO. 72
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48