Page 176 - Landgrabbing, Bibliografi Beranotasi
P. 176
Land Grabbing: Bibliografi Beranotasi 151
mereorganisasi penggunaan tanah pedesaan, dan mengabaikan
partisipasi dalam mode produksi rumah tangga menjadi mode
produksi kapitalis. Untuk mereleksikan realitas baru ini, artikel ini
membahas reaksi petani, rencana-rencana, dan sengketa teritorial
agribisnis.
Dengan Pontal do Paranapanema di bagian São Paulo sebagai
wilayah kasus, tulisan ini menganalisis sengketa teritorial antara
perluasan perkebunan tebu (sugarcane) dan penyelesaian reforma
agraria, sebagaimana proyek produksi biodiesel oleh Landless
Workers Movement (MST) dan Western São Paulo Federation of
Settlement and Family Farmer Associations (FAAFOP). Artikel ini
juga membahas kebijakan agro-energi dari organisasi petani lainnya,
termasuk Via Campesina. Produksi agro-energi telah mengubah
proses akuisisi tanah dan penggunaannya oleh agribisnis dan para
petani, dengan memprovokasi pandangan baru ke dalam bentuk
konlik teritorial dan kemudian menstimulasi kebutuhan untuk
memperbaiki perspektif dalam perdebatan agraria di Brazil.
(VRP)
Keterangan: Artikel dapat diunduh di http://www.tandfonline. com
II.10. Geary, Kate. 2012. Our Land, Our Lives: Time Out on the
Global Land Rush. Oxfam Brieing Note, October-2012.
Kata Kunci: petisi, Bank Dunia, pengadaan tanah, pembekuan
Sejak krisis pangan dan keuangan pada tahun 2008, Bank Dunia
berperan dalam memfasilitasi pengadaan tanah skala besar di negara-
negara berkembang melalui layanan teknis dan pendampingan. Bank
Dunia memastikan bahwa proses investasi di negara berkembang
menjadi lebih mudah bagi para investor, serta mendorong minat
mereka dengan menawarkan pembebasan pajak. Tulisan ini
merupakan petisi atau rekomendasi yang ditujukan kepada Bank
Dunia sebagai aktor utama pembelian lahan-lahan pertanian yang
terjadi secara masif. Bank dunia merupakan pemain raksasa dalam