Page 186 - Landgrabbing, Bibliografi Beranotasi
P. 186
Land Grabbing: Bibliografi Beranotasi 161
menarik investasi masuk bagi sektor pertanian mereka, dengan
tujuan meningkatkan ketahanan pangan, panen, hasil, dan nilai
tambah, sekaligus memberi keuntungan tambahan bagi pertanian,
lapangan pekerjaan, infrastruktur yang produktif, transfer teknologi,
pengembangan produk baru, dan akses yang lebih baik terhadap pasar.
Banyak partisipan menggarisbawahi kompleksitas isu terkait tanah
dan sumber daya lainnya, dan mencatat bahwa investasi yang buruk
pada lahan-lahan yang luas di negara berkembang berdampak negatif
terhadap stabilitas politik, kohesi sosial, ketahanan kemanusiaan,
produksi pangan berkelanjutan, ketahanan pangan rumah tangga
ataupun perlindungan lingkungan negara penerima investasi tersebut.
Instrumen investasi yang diusulkan OECD ini mereleksikan dan
mempromosikan sejumlah ide fundamental dalam konteks investasi.
Dalam rangka upaya investasi pertanian yang lebih bertanggung
jawab, maka OECD menyarankan keterbukaan bagi investasi
internasional, desain tanggung jawab dalam hal implementasi
kebijakan publik yang berlaku bagi pemerintah investor maupun
pemerintah di mana investasi berlangsung, juga tanggung jawab
dalam hal perilaku bisnis oleh investor dan kerja sama internasional.
Dalam rumusan Gordon dan Pohl, OECD mengusulkan instrumen
terkait prosedur pelaksanaan yang unik yang didukung oleh
pemerintah (unique government-backed follow up procedures).
(VRP)
Keterangan: Artikel dapat diunduh di www.oecd.org
II.14. Guillozet, Kathleen & John Bliss C. 2011. Household Livelihoods
and Increasing Foreign Investment Pressure in Ethiopia`s Natural
Forests, artikel dalam International Conference on Global Land
Grabbing 6-8 April 2011. Land Deals Politics Initiative (LDPI).
Journal of Peasant dan University of Sussex.
Kata Kunci: Ethiopia, investasi, kehutanan, devolusi
Investasi asing pada sektor kehutanan di Ethiopia saat ini telah
dibatasi, namun investasi pertanian yang berpengaruh terhadap