Page 187 - Landgrabbing, Bibliografi Beranotasi
P. 187
162 Dwi Wulan Pujiriyani, dkk
hutan yang secara luas menggunduli hutan, justru semakin
menjadi-jadi. Guillozet dan Bliss mendeskripsikan watak investasi
kehutanan dan menguraikan berbagai tantangan dan peluang
terkait implementasinya. Hutan memegang peranan kunci dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Dengan demikian, tata
kelola kepemilikan terhadap tanah memiliki implikasi yang signiikan
bagi komunitas yang berlokasi di antara hutan dan lahan pertanian.
Bukti-bukti dari studi kasus di Hutan Arsi di daerah Oromia Regional
State dapat digunakan menguji distribusi keuntungan secara historis
maupun kontemporer, dan menginvestigasi potensi konlik dari
persaingan klaim akses terkait investasi baru tersebut.
Investasi asing di hutan dataran tinggi sangat mempengaruhi
mata pencaharian masyarakat pedesaan. Sebagaimana ditemukan
dalam penelitiannya, Gordon dan Bliss menemukan bahwa devolusi
pengelolaan manajemen hutan dari negara ke pedesaan beresiko
menciptakan masalah-masalah kompetisi antar elit desa. Masalah
tenurial terjadi di level internal komunitas itu sendiri. Perebutan
dan sengketa pengelolaan hutan adalah hal yang kerap terjadi.
Sementara itu, sumber daya hutan terus berkurang. Gordon dan
Bliss memandang bahwa investasi pertanahan dan sejumlah klaim
terhadap sumber daya hutan harus menjadi perhatian serius semua
pihak, khususnya dalam rangka menghadapi investasi global
berskala besar.
(VRP)
Keterangan: Artikel dapat diunduh di http://www.future-agricultures.org
II.15. Guttal, Shalmali. 2011. Whose Land? Whose Resosurces.
Development, 2011, 54 (1). www.sidintvelopment.net/development.
Kata Kunci: Laos, Kamboja, investasi, struktur sosial, pedesaan
Tulisan ini memaparkan dampak investasi tanah skala luas pada
masyarakat pedesaan di Laos dan Kamboja. Dalam paparannya,
penulis menggarisbawahi bahwa perubahan kebijakan pertanian