Page 98 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 98
Pengakuan Hukum terhadap Penguasaan Tanah ... 81
dengan Jalan Trans Kalimantan, namun sebagian sudah digarap seca-
ra efektif dengan penggunaan tanah berupa tanaman pertanian ta-
hunan seperti petai, kelapa, karet, mangga, dan lain-lainnya serta ta-
naman pertanian semusim seperti cabai, terong, semangka, melon,
usaha ternak ayam maupun bangunan rumah tinggal (lihat gambar
1). Hasil observasi jenis pemanfaatan tanah, memberikan pemaha-
41
man bahwa lokasi IP4T secara fisik tidak merupakan hutan , namun
secara de facto dinyatakan sebagai kawasan hutan (lihat Peta
Lampiran 2).
Gambar 1: Pemanfaatan Tanah Lokasi IP4T di Kota Palangka Raya
Tahun 2015
42
Alasan pemilihan lokasi IP4T di Kelurahan Sabaru dan
Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sabangau, berada pada wilayah
perbatasan paling utara Kota Palangka Raya ke arah selatan,
berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau, dengan pertimbangan
41 Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi
sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam
lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. sedangkan,
Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk
dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. (lihat Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan
Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
(IP4T) Dalam Kawasan Hutan, 2015, hal 3-4).
42 Wawancara dengan Kepala Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya, tanggal
15 September 2016.

