Page 198 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 198
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
sebagai Ketua Badan Kerja, secara part-time. Dengan gaji yang tidak
seberapa, sebab bantuan dari FAO untuk membiayai dari ISS”. 40
Secara lebih singkat, Sajogyo menjelaskan tujuan SAE
adalah, “menghimpun dan mengadakan penilaian atas bahan-
bahan keterangan mengenai sumber-sumber pertanian dan
keadaan masyarakat tani di Indonesia serta mengenai organisasi,
jasa-jasa dan program pemerintah di bidang pertanian dan
agraria yang ada (dulu) sampai sekarang, baik dari Pusat maupun
dari daerah”. 41 Sajogyo juga mempunyai visi khusus,
“Bagi saya, selain topiknya itu, yang terpenting adalah siapa yang
akan dijadikan calon menjadi Ketua Litbang Sosial Ekonomi di
Departemen Pertanian. Sejak zaman kolonial masalah sosial-
ekonomi diambil alih langsung oleh kementerian jajahan.
Sementara Departemen Pertanian hanya diserahi tugas teknis,
biasa diambil dari lulusan Wageningen. Mungkin hanya Pak Teko
yang berpengalaman memimpin, mengembangkan koperasi di Jawa
Timur. Laporannya pernah dimuat di majalah Landbouw yang
berbahasa Indonesia dan diterbitkan di Bogor. Dia guru besar
orang Indonesia pertama di antara guru-guru besar lainnya yang
orang Belanda di IPB (UI Bogor). Nah, ini (SAE) adalah
kesempatan bagus untuk mendirikan lembaga sosial-ekonomi di
Deptan. Maka saya rekrut orang-orang dari kampus. Dari UGM
misalnya ada Pak Muby [Mubyarto] yang menulis disertasi dengan
menggunakan sumber sekunder BPS.” 42
Pada tahun 1964 pula, telah tercapai kesepakatan Ford
Foundation di Jakarta (melalui wakilnya, Frank Miller),
bekerjasama dengan SAE dan ISS dalam memberi “prelimenary
grant”. Bantuan digunakan untuk membiayai kunjungan singkat
Egbert de Vries dan sejumlah konsultan asing.
Guna mendapatkan dukungan nasional, program kemudian
diresmikan melalui SK Kabinet Presidium DWIKORA pada
tanggal 15 Februari, No. Aa/D/5/1965. Selama setahun tidak ada
kegiatan survey yang dilakukan. Direktur Survey dijabat oleh
Prof. Dr. Kampto Utomo, Rektor IPB, dan sebagai koordinator
40 Wawancara dengan Sajogyo, Bogor, 16 November 2008.
41 Kampto Utomo, “Prakata” dalam Irlan Soejono, Program "Bimas" Sebagai
Pendorong Modernisasi Usahatani (Bogor: SAE, 1968), hal. v.
42 Wawancara dengan Sajogyo, Bogor, 18 November 2008
145

