Page 199 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 199
Ahmad Nashih Luthfi
atas nama Ford Foundation adalah Egbert de Vries, Rektor ISS,
Belanda.
Ketika rezim berganti, legalisasi lembaga ini dikukuhkan
kembali melalui SK Kabinet AMPERA, No. 107/EK/KEP/1966,
dengan mempertahankan personel yang sama dan diharuskan
melanjutkan program hingga akhir 1967. 43
2. Kelembagaan yang bersifat gotong royong
Kelembagaan SAE terdiri dari Badan Pimpinan Umum
(BPU) dan Badan Kerja (BK). BPU diketuai oleh Menteri Perta-
nian dan diwakil-ketuai oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Depart-
men Pertanian (Deptan). Para anggota terdiri dari Sekjen De-
partmen Perkebunan, Direktorat Jenderal (Dirjen) Departemen
Pertanian, Dirjen Kehutanan, Dirjen Jawatan Peternakan, Dirjen
Perkebunan Swasta, Dirjen Perkebunan Negara, Dirjen Irigasi
Primer, Dirjen Urusan Agraria/Transmigrasi, Dirjen Pembangu-
nan Masyarakat Pedesaan, dan Ketua Badan Kerja sebagai pelak-
sana program. Sekretaris BPU adalah Ketua Biro Urusan Sosial
Ekonomi Departemen Pertanian. Dalam sistem semacam ini,
otoritas penanggung jawab berasal dari empat direktorat jenderal
yang berasal dari Departemen Pertanian, Departemen Perkebu-
nan, Departemen Pekerjaan Umum, dan Departemen Urusan Pe-
rumahan.
Susunan Badan Kerja (BK) periode 1965-1966 diketuai oleh
Prof. Dr. Kampto Utomo (Rektor IPB), dengan keanggotaan
terdiri dari Ir. Arifin Mukaddas (Deptan.), Ir. Sudarto (Deptan),
Singgih Praptodihardjo (Bagian urusan Pertanian/Agraria), Ir.
Sadikin Sumintawikarta (Koordinator Riset Pertanian, Deptan.),
Ir. Ibnu Sudjono (Dept. Transmigrasi dan Koperasi), Ir. Andjar
Siswojo (Bappenas), dan Ir. B. Widodo (Urusan Pangan). Ketika
pada tahun 1966 kabinet berganti, komposisi SAE sangat
tergantung dari ketuanya yang ternyata diminta oleh Menteri
43 Egbert de Vries, op.cit., hal. 1
146

