Page 201 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 201

Ahmad Nashih Luthfi


               tember 1967 diperoleh bantuan sebesar US $ 1.000 dari FAO
               untuk membiayai survei tentang produksi kopi. 46


               4. Aktivitas dan metode: Tumbuh bersama Revolusi Hijau
                   Aktivitas SAE terdiri dari 3 jenis kegiatan: pendokumen-
               tasian, pemrosesan data-data statistik sekunder, dan riset survei
               umum. Masing-masing jenis dikelola oleh tim yang berbeda-beda.
                   Tim pendokumentasian awalnya diketuai oleh Drs. Sediono
               M.P. Tjondronegoro (IPB) namun kemudian diganti oleh Ny.
               Sahertian, Direktur Perpustakaan Pertanian dan Biologi, De-
               partemen Pertanian, Bogor. Pendokumentasian difokuskan pada
               aspek sosiologis dan ekonomi pertanian, terutama materi-materi
               dari laporan dan artikel berbahasa Indonesia.
                   Pemrosesan dilakukan terhadap data-data statistik sekunder
               yang telah dikumpulkan oleh organisasi atau lembaga lain namun
               belum diolah, seperti dari BPS, dll. Tim ini diketuai oleh Ir. W.
               Hardjanto (IPB).
                   Riset survei dilakukan dengan cara melakukan studi lapa-
               ngan guna mengumpulkan data primer, umumnya dengan ada-
               nya “studi kasus” sehingga dapat dijadikan perbandingan. Setiap
               lokasi studi dipimpin oleh satu orang ketua dan 4-8 anggota. 47
                   Metode yang digunakan dalam riset survei adalah “problem
               survey”, yakni lebih menekankan pada analisa “persoalan”. Menu-
               rut Sajogyo, metode survei dipilih selain karena metode ini be-
               lum lazim digunakan, juga untuk menyiasati kesulitan anggaran.
               Metode survei tergolong sederhana sehingga tidak membutuhkan
               anggaran yang besar. 48
                   Tiga macam persoalan yang disurvei adalah bahan pangan
               (beras, jagung, tebu) dan komoditas ekspor (karet, kopi, minyak
               nabati termasuk kopra). 49  Tiga ciri khas dalam melakukan survei


                   46  Ibid., hal. 3-4.
                   47  Ibid., hal. 3, 5, 6.
                   48  Wawancara dengan Sajogyo, Bogor, 16 November 2008.
                   49  Lihat judul-judul Seri Laporan Pertama SAE berikut: Mubyarto, dkk.,
               Usahatani Tebu dan Industri Gula di Djawa (1968); Irlan Soejono, Program "Bimas"
               Sebagai Pendorong Modernisasi Usahatani (1968); Wirjadi Prawirodihardjo, Peranan
               148
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206