Page 203 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 203

Ahmad Nashih Luthfi


               tanian, ekonomi, dan geografi di berbagai perguruan tinggi di
               Indonesia. 52  Dalam melakukan survei, tim mengikutsertakan
               mahasiswa-mahasiswa tingkat sarjana sebagai petugas lapangan. 53
                   Selama perjalanan SAE, dari tahun ke tahun terjadi
               perubahan metode. Di awal periode SAE, metode survei dilaku-
               kan guna menyiasati keterbatasan dana serta urgensitasnya
               (kesegeraan) dalam memberi sketsa awal bagi kebijakan pemerin-
               tah. Pendekatan ini merupakan pengalaman baru bagi Kampto
               Utomo sendiri. Karirnya sebagai seorang sosiolog memberi pe-
               ngalaman pada metode “antropologis” (observasi-partisipatif).
               Ketika unsur-unsur “non-ekonomi” tidak dapat dijangkau meng-
               gunakan metode survei, maka metode “antropologis” digunakan
               kembali di SAE, bertepatan dengan datangnya konsultan baru,
               Benjamin White, di lembaga tersebut pada tahun 1975. Namun
               pada tahun ini Sajogyo telah berhenti dari jabatannya sebagai
               ketua BP-SAE.
                   Secara umum tampak bahwa topik kajian dan pendekatan
               yang dilakukan oleh riset SAE ini mencerminkan perhatian dan
               proses modernisasi yang sedang terjadi. Tiga jenis aktivitas di
               atas yakni dokumentasi, pemrosesan data statistik sekunder, dan
               riset survei di awal-awal tahun SAE, pada gilirannya memberi
               bekal dalam kegiatan riset evaluasi pelaksanaan Revolusi Hijau
               atau modernisasi pertanian.
                   Tepatnya pada tahun 1968 pemerintah Orde Baru menca-
               nangkan program BIMAS yang rintisannya daam bentuk lain
               telah dilakukan oleh IPB (tahun 1963/1964 sebagaimana
               disinggung di muka). Program BIMAS berupa promosi peng-
               gunaan meluas Padi Bibit Unggul (PBU), pupuk buatan, pes-
               tisida, insektisida, kredit, irigasi, dan tenaga kerja murah (dalam
               bentuk hubungan ketenagakerjaan baru). Program BIMAS ini
               merupakan bagian dari grand project Revolusi Hijau yang dicirikan




                   52  Meski menghadapi kesulitan besar semacam itu, kinerja SAE dinilai “has
               been rather successful”, Egbert de Vries, op.cit., hal. 9
                   53  Kampto Utomo, loc.cit
               150
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208