Page 209 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 209
Ahmad Nashih Luthfi
menerbitkan katalog buku-buku ekonomi dan ilmu-ilmu sosial
yang disumbang dari AID. 69
Berbagai apresiasi terhadap lembaga SAE yang dipimpin
Sajogyo di antaranya menyebutkan bahwa lembaga riset ini ba-
nyak mengadakan lokakarya sehingga dari sini peserta yang
terlibat membuat perhimpunan PERHEPI.
“Amat sedikit dari ahli-ahli sosial dan ekonomi yang tidak
diperkenalkan oleh training workshop atau konferensi yang
diorganisasikan oleh lembaga yang beliau pimpin…dan tidak ada
penulis dalam bidang sosial ekonomi pertanian di dalam dan luar
negeri yang tidak menggunakan data, penemuan, dan kesimpulan
dari SAE. 70
Riset SAE menyadarkan akan keragaman karakteristik
masyarakat tani berdasarkan keragaman ekologinya, sehingga
perlunya kehati-hatian penerapan suatu program pemerintah.
Para stafnya memiliki kemampuan dalam mensintesakan hasil
studi-studi terdahulu, lalu melakukan revisit guna menguji
kembali temuan sebelumnya dan melihat perubahan yang terjadi.
Banyak disertasi dan tesis peneliti Indonesia maupun asing yang
sedang studi di berbagai negera (Nebraska, Malaysia, Philippina,
Belanda, Hawaii, Iowa, dll), menggunakan data-data sensus SAE,
bahkan juga laporan-laporan Bank Dunia. 71 Dalam periode 4
tahun (November 1968-September 1972), PERHEPI dan SAE
telah melaksanakan 32 lokakarya dan dihadiri peserta lebih dari
700 yang rata-rata pelaksanaannya selama 12 hari. 72
69 Ibid., hal 12-13. Mengenai topik dan judul apa saja buku yang
disumbangkan itu lihat Ben White, “Between Apologia and Critical Discourse:
Agrarian Transition and Scholarly Engagement in Indonesia”, dalam Vedi R.
Hadiz dan D. Dhakidae (Ed.), Social Science and Power in Indonesia (Jakarta:
Equinox bekerjasama dengan ISEAS, 2005). Yang pasti, buku-buku yang tidak
sejalan dengan ideologi modernisme Revolusi Hijau tidak disetujui, seperti karya
W. F. Wertheim, Indonesian Society in Transition: A Study of Social Change, dan seje-
nisnya.
70 Beddu Amang, “Prof. Sajogyo: Tokoh Pencetak Kader Peneliti dan
Pemikir dalam Bidang Sosial Ekonomi Pertanian di Indonesia”, dalam Mubyarto
dkk. (Ed.), Sajogyo: Bapak, Guru, dan Sahabat (Bogor: Yayasan Agro Ekonomika,
1996), hal. 6-7.
71 Alan M. Strout, op.cit., hal. 73-74.
72 Beddu Amang, loc.cit.
156

