Page 213 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 213
Ahmad Nashih Luthfi
utama adalah mencari sebabnya dan bagaimana menjadikan
masyarakat berdaya secara pangan. Ia menjelaskan awal mula
keterlibatannya dalam proyek Departemen Kesehatan ini,
“Saya terlibat program perbaikan gizi masyarakat yang bukan
berasal dari kesehatan. Mengapa saya yang dipilih sebab saya
pernah mengajar juga di Akademi Gizi, Bogor, tahun 1959-1961.
Pak Sudrajat Prawiranegara yang meminta saya meneliti UPGK.
Dari situ saya menjadi Ketua Pergizi Pangan (selama dua periode).
Idenya adalah mempertemukan orang kedokteran dengan orang
pertanian. Barometer rawan pangan ada di gizi balita! Waktu itu
sudah dibuat early warning system, sistem waspada dini.” 77
Keterlibatan Sajogyo dan 8 tim-nya 78 berupa survei atas
sampel yang berjumlah 1000 keluarga di beberapa desa di 8
provinsi: 2 di Sumatera, 1 di NTB, dan 5 di Jawa. Survei
dilaksanakan pada tahun 1972/1973. Hasil pengukuran dari
survei tersebut menemukan tingkat asupan makanan/sehari/kelu-
arga dalam ukuran kalori yang rendah sekali. 79 Menariknya,
ketika berusaha dikaitkan dengan persoalan struktural, yakni
“tingkat pendapatan keluarga”, ternyata problem kurang gizi itu
tidak ada hubungannya. Tim justru menemukannya pada
problem pola budaya makan yang tidak baik pada kedua lapisan
masyarakat (kaya-miskin). Namun ini hanya pandangan sekilas
yang terlanjur dijadikan sebagai pendekatan program. Ketika
melakukan evaluasi, Sajogyo mencoba melihatnya secara lebih
luas.
Beberapa contoh yang ditunjukkan mengenai budaya yang
tidak sadar pangan itu adalah kebiasaan dalam jalur-jalur pangan
(pembungkus tidak aman, cara memasak yang salah, pilihan
menu/pantangan yang tidak tepat), bermain judi dan boros
77 Wawancara dengan Sajogyo, Bogor, 16 November, 2008.
78 Tim beranggotakan 14 peneliti yang terdiri dari ahli sosiologi, ilmu gizi,
hortikultura, teknologi pangan, ekonomi pertanian, statistik, dan kesejahteraan
keluarga. Mereka berasal dari kampus USU Medan, IPB, UGM, UKSW Salatiga,
dan UNUD Bali. Sekali lagi, tampak multidimensionalnya pendekatan Sajogyo
dalam riset ini. Lihat, Sajogyo, Usaha Perbaikan Gizi Keluarga: ANP-Evaluation
Study, 1973 (Bogor: LPSP-IPB, 1975).
79 Sajogyo, 2006, op.cit., hal. 72.
160

