Page 216 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 216
Melacak Sejarah Pemikiran Agraria
Budaya pekarangan, budaya keluarga, dan pola pangan
inilah yang dicoba-saling-kaitkan Sajogyo dalam program UPGK
itu. Dari program ini, yang membanggakan Sajogyo adalah
membantu Kader Gizi di Desa dalam menyediakan buku pedo-
man perbaikan gizi keluarga, “…Khususnya naskah buku untuk
kader di Desa saya tulis dengan banyak ‘keringat’. Itu pertama
kali (dan terakhir) menulis untuk pembaca lulusan SD”. 86
Dalam laporan evaluasi resminya, lebih jauh Sajogyo
berupaya menghubungkan persoalan kurang gizi dengan
kemiskinan, pendapatan rumah tangga, dan peluang bekerja ma-
syarakat. Atas dasar penggolongan tingkat penghasilan “miskin”
(terlebih “di bawah garis kemiskinan”), yang untuk rumah tangga
pedesaan di Indonesia ditetapkan “kurang dari nilai tukar 240 kg
beras setahun per kepala”, maka perbandingan antara golongan
“penghasilan cukup” dengan golongan “miskin” menunjukkan
kontras tajam: 2.172 kalori dan 53,6 g protein berbanding 1.283
k dan 26,9 g. Di perkotaan angkanya lebih rendah: 1.250 k dan
27,4 g. Oleh karenanya, implikasi kebijakan yang disarankan
lebih ke arah pembinaan dan pendidikan gizi. 87
Jika melihat secara terpisah naskah evaluasi UPGK dan
implikasi kebijakan yang disarankan, nuansa penyuluhannya
(extention) lebih terasa ketimbang perombakan struktur. Akan
tepat melihatnya secara bersamaan dengan naskah lain, yang
ditulis berbarengan ketika ia masih menggarap proyek UPGK,
yakni naskah “Modernization without Development” (MwD),
dan dilanjutkan dengan tulisan pengantar untuk buku Penduduk
dan Kemiskinan yang ditulis setelahnya (1976).
Mengenai naskah MwD ini, Sajogyo menjelaskan, “Di Hawaii satu
tahun dengan mengajukan beasiswa ke Rockefeller. Di sana
menulis naskah Modernization without Modernization yang
dipresentasikan di Bangkok, tahun 1973. Di sana diwakili oleh Pak
Tjondro, sebab saya tidak enak meninggalkan kampus. Selain itu
ada tugas baru di Bapenas yang waktu itu sebagai ketua dijabat
86 Sajogyo, 2006, op.cit., hal. 75.
87 Sajogyo, 1973, op.cit., hal. 6.
163

