Page 21 - Islamic-theology-Ibnul-Jawzi-membongkar-kesesatan-akidah-Tasybih-meluruskan-penyimpangan-dalam-memahami-sifat-sifat-Allah-Nurul-Hikmah-Press-173-Hal
P. 21

Islamic Theology  | 13

           bayak karyanya. Di antaranya dalam; Muwâfaqah Sharîh al-Ma„qûl Li
                             11
                                                                  12
           Shahîh  al-Manqûl ,  Minhâj  as-Sunnah  an-Nabawiyyah ,  Kitâb
                                 13
                                                     14
           Syarh  Hadîts  an-Nuzûl ,  Majmû„  al-Fatâwâ ,  Kitâb  Syarh  Hadîts
                                15
                                                                 16
           ‘Imrân ibn al-Hushain , dan Kitâb Naqd Marâtib al-Ijmâ„ . Seluruh
           kitab-kitab ini telah diterbitkan dan anda dapat melihat statemennya
           ini dengan kasat mata.
                  (2);  Pernyataannya  bahwa  Allah  adalah  benda  (Jism) ,
           sebagaimana  ia  sebutkan  dalam  banyak  karyanya.  Bahkan  ia
           membela  kesesatan  kaum  Mujassimah kaum  yang  berkeyakinan
                                                 ;
           bahwa Allah sebagai jism . Pernyataannya ini di antaranya disebutkan
                                             17
           dalam Kitâb Syarh Hadîts an-Nuzûl , Muwâfaqah Sharîh al-Ma„qûl
                                                                 19
                              18
           Li Shahîh al-Manqûl , Minhâj as-Sunnah an-Nabawiyyah , Majmû„
                                                21
                  20
           Fatâwâ , dan Bayân Talbîs al-Jahmiyyah .
                  (3);  Pernyataannya  bahwa  Allah  berada  pada  tempat  dan
           arah, dan bahwa Allah memiliki bentuk dan ukuran. Keyakinannya
           ini sangat jelas ia sebutkan dalam  banyak karyanya, seperti dalam




                  11   Ibnu  Taimiyah,  Muwâfaqah  Sharîh  al-Ma„qûl  Li  Shahîh  al-
           Manqûl,  j. 2, h. 75. Lihat pula j, 1, h. 245 dan j. 1, h. 64.
                  12  Ibnu Taimiyah, Minhâj as-Sunnah an-Nabawiyyah,  j. 1, h. 224.
           Lihat pula j. 1, h. 83 dan j. 1, h. 109.
                  13  Ibnu Taimiyah, Kitâb Syarh Hadîts an-Nuzûl, h. 161
                  14  Ibnu Taimiyah, Majmû„ al-Fatâwâ, j. 6, h. 300
                  15  Ibnu Taimiyah, Kitâb Syarh Hadîts ‘Imrân ibn al-Hushain, h. 192
                  16  Ibnu Taimiyah, Kitâb Naqd Marâtib al-Ijmâ„, h. 168
                  17  Ibnu Taimiyah, Syarh Hadîts an-Nuzûl,  h. 80
                  18  Ibnu Taimiyah, Muwâfaqah Sharih al-Ma„qûl, j. 1, h. 62, j. 1, h.
           148
                  19
                     Ibnu Taimiyah, Minhâj as-Sunnah an-Nabawiyyah, j. 1, h. 197,
           dan j. 1, h. 180
                  20  Ibnu Taimiyah, Majmû„ Fatâwâ
                                                j. 4, h. 152
                  21
                     Bayan Talbis al-Jahmiyyah,  j. 1, h. 101
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26