Page 186 - Kedua-Orang-Tua-Rasulullah-Penduduk-Surga-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-Nurul-Hikmah-Press-242-Hal-dikompresi-1
P. 186
184 | Membela Kedua Orang Tua Rasulullah
disepakati oleh para ulama dan ahli disertai dengan menolak dan
286
menafikan tasybih dalam hal tersebut” .
287
As-Sayyid ‘Alawi menyimpulkan: “Hadits dla’if dijadikan
hujjah dalam fadla-il al-a’mal dengan beberapa syarat dan tidak bisa
dijadikan hujjah dalam tiga masalah, Pertama: Hadits dla’if tidak
dijadikan hujjah dalam bab akidah; hal-hal yang wajib, mustahil dan
ja-iz bagi Allah karena itu termasuk perkara-perkara yaqiniyyah yang
bergantung pada hadits yang kuat bukan yang lemah. Ke dua: Hadits
dla’if tidak dijadikan hujjah dalam masalah hukum-hukum syara’
seperti penghalalan dan pengharaman karena ini tidak boleh
dilakukan kecuali dengan dalil yang kuat, yaitu hadits sahih atau
hasan. Ke tiga: Hadits dla’if tidak dijadikan hujjah dalam menafsirkan
al-Qur’an karena ini berkait dengan keyakinan bahwa Allah
menghendaki makna ini untuk lafazh ini, dan hal ini harus ditetapkan
dengan hadits yang kuat, bukan yang lemah. Jadi Hadits dla’if tidak
dijadikan hujjah dalam masalah akidah, hukum dan tafsir, dan bisa
dijadikan hujjah hanya dalam fadla-il saja; yaitu hal-hal yang tidak
berkaitan dengan hukum, akidah dan tafsir seperti targhib dan tarhib
dengan segala macam bentuknya.”
Ibnus-Shalah dan an-Nawawi dalam at-Taqrib dan semua
karya-karyanya seperti dikemukakan oleh as-Suyuthi tidak
menyebutkan syarat untuk mengamalkan hadits Dla’if kecuali satu
syarat, yaitu bahwa hadits Dla’if tersebut berbicara tentang fadla-il
288
dan semacamnya.
Kemudian Ibnu Hajar menyebutkan tiga syarat yang ia kutip
dari para ulama yang lain sebelum dan setelah an-Nawawi. Ibnu
286 al-Asma’ Wa ash-Shifat, al-Baihaqi, h. 352.
287 Al-Manhal al-Lathif, as-Sayyid ‘Alawi al Maliki, h. 248.
288 Tadrib ar-Rawi, As-Suyuthi, as-Suyuthi, h. 258. Demikian pula Ibnu al-
Qaththan sebagaimana dikutip oleh al-Hafizh Ibnu Hajar, lihat dalam Fatwa as-
Sayyid Muhammad Maqbul al-Ahdal tentang Sunniyyah Raf’ al-Yadayn ba’da ash-
Shalawat al-Maktubah mengutip dari al-Hafizh Ibnu Hajar dalam an-Nukat ‘ala
Ibnus-Shalah dalam Itqan ash-Shan’ah, Abdullah al-Ghumari, h. 131-132.

