Page 218 - Art of Ericksonian Hypno
P. 218
The Art of Ericksonian Hypnosis: Prinsip-Prinsip Mendasar dan Penerapannya
sembari mempertanyakan dengan sopan, “Namun aku tidak bisa masuk ke dalam
trance, dan aku takut aku tidak tahu caranya.”
Karena esensi sugesti hipnotik adalah respons bawah sadar, tentunya akan sia-
sia berharap pikiran sadar akan memunculkan respons semacam itu melalui sugesti
langsung (yang ditujukan kepada pikiran sadar). Ketika sugesti langsung berhasil,
itu biasanya melibatkan persiapan sadar untuk trance yang kurang lebih serupa
dengan tindakan yang anda lakukan menjelang tidur. Anda merebahkan tubuh di
ranjang, membaca-baca sebentar, dan mematikan lampu kamar. Maka ketika anda
tertidur dengan sendirinya, itu adalah implikasi bawah sadar dari persiapan-
persiapan sadar yang anda lakukan. Artinya, bawah sadar anda sudah sangat
memahami bahwa ketika anda melakukan tindakan itu semua, implikasinya adalah
anda tidur.
Saat kita merenungi proses implikasi, kita pelan-pelan menyadari bahwa apa
pun yang kita katakan selalu memiliki implikasi. Bahkan percakapan yang sangat
umum pun bisa dibahas dalam studi implikasi, yakni bagaimana kata-kata yang
disampaikan seseorang akan membangkitkan segala jenis asosiasi pada diri
pendengarnya. Dalam keseharian, juga dalam hipnoterapi, implikasi itulah yang
sering lebih berpotensi sebagai sugesti ketimbang apa yang disampaikan langsung.
Berikut adalah contoh-contoh penggunaan implikasi untuk memperdalam
keterlibatan pasien dengan kenyataan bawah sadarnya selama trance.
Kenangan-kenanganmu, gambar-gambar yang kaulihat, dan perasaan-
perasaanmu sekarang menjadi lebih penting bagimu dalam keadaan ini.
Sembari menyampaikan apa yang tampaknya sugesti langsung mengenai
kenangan, gambar-gambar, dan perasaan, pernyataan ini juga membawa implikasi
penting bahwa trance adalah berbeda dari keadaan sadar, dan dalam keadaan ini,
hal-hal lain bisa tidak relevan sama sekali (kebisingan di luar, waktu, tata ruang,
dan sebagainya.).
Kita biasanya tidak menyadari momen ketika kita tertidur dan kadang
bahkan tidak sadar bahwa kita tidur.
Pernyataan ini jelas mempunyai implikasi tentang kurangnya kesadaran
mengenai aspek-aspek trance, sebuah kekurangan yang lebih lanjut bisa
melumpuhkan seluruh struktur keterkungkungan. Dalam monolog berikut,
implikasi tentang ketidaksadaran ditekankan sehingga perilaku otomatis bisa
difasilitasi.
A.S. Laksana 218

