Page 26 - Bahasa_Indonesia_BG_KLS_I_Rev
P. 26
C. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Satu
Kontinum Literasi Dini ke Literasi Awal di Fase A
Menurut Scarborough (2001), pembelajaran membaca tidak dimulai dari kegiatan
pengenalan huruf, menggabungkan bunyi huruf menjadi suku kata, kemudian menjadi
kata. Agar kemampuan membaca dengan pemahaman juga berkembang, seorang
peserta didik perlu mengembangkan nalar verbal, pengetahuan latar, perbendaharaan
kosakata, kesadaran cetak, serta pengetahuan tentang struktur Bahasa (tata Bahasa).
Semua ini dikembangkan peserta didik melalui interaksi dengan bahasa tutur dan
keterpajanan dengan teks cetak. Oleh karena itu, kegiatan menyimak tuturan,
menyimak buku yang dibacakan, berbicara, dan bermain mengeksplorasi lingkungan
merupakan kegiatan yang mendukung kemampuan pramembaca peserta didik.
Kegiatan membaca awal di kelas satu menguatkan kemampuan berbahasa
lisan peserta didik. Melalui kegiatan bermain, berinteraksi dengan teman, dan
mengenal lingkungan sekolah di mingguminggu pertama di kelas satu, peserta
didik mengembangkan nilai karakter, menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri,
kemampuan mengelola emosi, kematangan kognitif, sehingga peserta didik dapat
menuntaskan kompetensi pada fase fondasi dan siap beraktivitas di kelas satu.
Pada fase A, peserta didik sejatinya masih berada pada tahap pendidikan anak
usia dini. Oleh karena itu, fase A menjadi fase yang mentransisikan peserta didik
dari ketercapaian kecakapan literasi dini ke literasi awal. Pada tahapan literasi dini,
peserta didik mengembangkan kemampuan bertutur, pengetahuan latar, dan
perbendaharaan kosakata. Kecakapan ini menjadi fondasi perkembangan kesadaran
cetak, pengenalan huruf, dan kesadaran bunyi huruf. Kontinum tersebut dijelaskan
pada diagram berikut.
KEMAMPUAN PENGETAHUAN PERBENDAHARAAN KESADARAN PENGETAHUAN KESADARAN
BERTUTUR LATAR KOSAKATA CETAK HURUF BUNYI HURUF
Gambar 3. Kontinum literasi dini ke literasi awal
Selama ini kegiatan keaksaraan dianggap bermula dari pengenalan huruf dan
mengeja kombinasi huruf. Padahal kegiatan membaca dimulai dari membangun
kecakapan literasi dini, yaitu meningkatkan kemampuan bertutur, pengetahuan
tentang lingkungan sekitar melalui kemampuan peserta didik berkomunikasi,
kemampuan mengembangkan kosakata, dan kesadarannya tentang materi cetak
14 Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)