Page 291 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 291

Perlindungan dan Penyelamatan Keanekaragaman Hayati | 267


                Beberapa populasi spesies flora di alam   berkembang dengan kekayaan sumber daya
            sudah berkurang, seperti spesies  Agathis     genetika yang melimpah. Negara maju de-
            borneensis yang berdasarkan data pada         ngan kemampuan teknologinya cenderung
            tahun 2013 dinyatakan sudah menurun           telah mengambil keuntungan yang tidak adil
            populasinya. Oleh karena itu, spesies flora   dari sumber daya genetika dan pengetahuan
            tersebut dimasukkan ke dalam  golongan        tradisional dari negara-negara berkembang.
            genting (EN A4cd). Demikian juga dengan           Pemanfaatan SDG idealnya dapat
            spesies Dacrydium pectinatum yang statusnya   diarahkan demi kesejahteraan manusia di-
            menjadi genting (EN A4acd) pada tahun 2013.   iringi dengan pelestarian keanekaragaman
            Dicotyl merupakan kelas tumbuhan dengan       dan keunikan yang dimiliki sehingga dapat
            jumlah jenis paling banyak yang terdaftar     dilakukan secara berkelanjutan dari satu
            dalam IUCN Red Data list karena kelompok      generasi ke generasi berikutnya. Indonesia
            ini memiliki jumlah terbanyak di Indonesia.   yang merupakan  negara kepulauan dan
            Selain itu, tumbuhan Dicotyl lebih banyak     terdiri atas berbagai suku serta budaya
            dimanfaatkan sehingga keterancamannya         akan berkaitan erat dengan pemanfaatan
            lebih besar.                                  SDG yang sangat beragam antarwilayah dan
                                                          agro-ekologi. Keanekaragaman budaya yang
            10.4.7 Sumber Daya Genetika dan               disertai dengan keragaman SDG pertanian
            Pengetahuan Tradisional                       akan menghasilkan beragam pengetahuan
            Legalitas aturan dan perundangan belum        masyarakat dalam memanfaatkan sumber
                                                          daya tersebut untuk keperluan pangan,
            optimal menjamin kelestarian kehati. Oleh     papan, sandang, obat-obatan maupun bahan
            karena itu, usaha tambahan perlu diupaya-     baku industri.
            kan. Salah satunya adalah memanfaatkan
            peran budaya dan kearifan tradisional guna        Indonesia telah meratifikasi beberapa
            pelestarian kehati di tingkat ekosistem, jenis,   kesepakatan internasional terkait SDG seperti
            maupun genetika. Berdasar studi linguistik,   Konvensi PBB mengenai kehati tahun 1992,
            Indonesia mempunyai 726 aneka bahasa          yaitu United Nations Convention on Biologi-
            yang tergolong menjadi 336 kelompok etnik     cal Diversity (CBD), Trade Related Intellectual
            budaya (Lewis 2009 dan Mittermeier et al.     Property Rights (TRIP), Cartagena Protocol on
            1997). Kebinekaan  budaya Indonesia  ini      Biosafety, Bonn Guidelines on Access to Genetic
            mengandung pengetahuan tradisional yang       Resources and Fair and Equitable sharing of the
            selaras dengan pemberdayaan dan pelestari-    Benefits Arising out of Their Utilization tahun
            an kehati.                                    2002, dan International Treaty on Plant Genetic
                                                          Resources for Food and Agriculture (IT-PGRFA).
                Pengetahuan tradisional yang terkait      Dengan demikian, kebutuhan akan data dan
            dengan sumber daya genetika merupakan         informasi sumber daya genetika dan penge-
            komponen  intangible  dari sumber daya        tahuan tradisional terkait SDG di Indonesia
            itu sendiri. Kombinasi dari pengetahuan       harus lebih mendapat perhatian. Pengelolaan
            tradisional dan sumber daya genetika ber-     data SDG dan pengetahuan tradisonal terkait
            potensi untuk diambil keuntungannya secara    SDG di Indonesia belum terintegrasi secara
            komersial, yaitu dengan mengembangkannya      nasional, masih dilakukan terpisah oleh
            menjadi produk dan proses yang bermanfaat.    berbagai Lembaga Penelitian, Kementerian,
            Potensi komersial yang melibatkan sumber      Perguruan Tinggi, dan Lembaga Swadaya
            daya genetika dan pengetahuan tradisional     Masyarakat. Telah banyak data SDG yang
            terkait telah berkembang sangat cepat dalam   sangat lengkap, namun tersimpan sporadis,
            dua dekade terakhir seiring dengan perkem-    di antaranya di LIPI, Badan Litbang Pertanian
            bangan yang pesat dari industri bioteknologi.   Kementerian Pertanian, Badan Pengawas
            Perkembangan bioteknologi telah mendorong     Obat dan Makanan (BPOM), Badan Litbang
            pengembangan potensi ekonomi, peman-          Kehutanan Kementerian Kehutanan, dan
            faatan,  dan  komersialisasi  sumber  daya      Kementerian Riset dan Teknologi sehingga
            genetik (SDG). Biopiracy menjadi hal yang     perlu dihubungkan melalui node-node inter-
            sering terjadi yang menimpa negara-negara     koneksi database.
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296