Page 223 - FTHP_BUKU AJAR
P. 223
Buku Ajar
Proses pembuatan gula tebu
Panen tebu dilakukan pada kondisi matang optimal. Pada industri
gula putih, setelah panen gula langsung diangkut ke pabrik pengolahan
yang sebagian besar mesin-mesinnnya bekerja secara otomatis.
Tahapan pengolahan tebu menjadi gula putih adalah ekstraksi nira,
penjernihan, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal, pengeringan,
pengemasan dan penyimpanan.
1. Ekstraksi nira
Ekstraksi nira atau pemerahan batang tebu untuk menghasilkan
cairan manis-kental yang menjadi bahan baku gula, secara
tradisional dilakaukan dengan penggiling kayu yang ditarik oleh
sapi atau tenaga manusia. Di pabrik gula proses ini dilakukan
dengan menggunakan mesin penggiling tebu yang terbuat dari
logam, setelah dicacah terlebih dahulu dengan mesin pencacah.
2. Penjernihanan nira
Penjernihan nira dilakukan untuk memisahkan zat-zat non gula
dalam nira hasil ekstraksi, tanpa merusak gula. Cara paling
sedehana untuk penjernihan nira adalah dengan menggunakan
kapur saat pemasakan nira. Proses ini akan menghasilkan gula
tanjung, yaitu gula yang berwarna agak coklat, bentuknya seperti
gula putih namun sedikit lebih lembut. Untuk memperoleh gula
putih pembersihan nira dilakukan dengan cara sulfitasi atau
menggunakan Kalsium sulfit.. cara ini adalah cara yang paling
banyak digunakan di pabrik-pabrik gula di Indonesia. Cara yang
lain adalah cara karbonasi yakni pembersihan gula dengan
menggunakan kapur dan gas CO Cara ini lebih efisien dalam
2.
pembersihan nira dan akan menghasilkan gula putih.
3. Penguapan
Proses penguapan dilakukan untuk menghilangkan kandungan air
yang masih tinggi pada proses pemasakan dan penjernihan nira.
Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen Produk Pertanian 203

