Page 138 - A Man Called Ove
P. 138

Fredrik Backman

              yang memandang hewan di balik pagar. Tidak agresif, benar-
              benar acuh. Seakan Ove adalah sesuatu yang bisa dibersihkan
              dengan lap basah.

                  “Baca plang—” ujar Ove kasar ketika semakin dekat,
              tapi lelaki itu sudah menutup jendela.
                  Ove meneriaki Skoda itu, tapi pengemudinya mengabaikan
              Ove. Lelaki itu bahkan tidak memelesat pergi dengan roda-
              roda yang berputar dan berderit. Dia hanya menggulirkan
              mobil menuju garasi-garasi, lalu meneruskannya ke jalanan
              utama. Seakan isyarat tangan Ove sama tidak pentingnya
              dengan lampu jalanan rusak.



              Ove berdiri terpaku di tempat, begitu marah hingga kepalan
              tangannya gemetar. Ketika Skoda itu sudah menghilang, dia
              berbalik lalu berjalan kembali di antara rumah-rumah, begitu
              tergesa-gesa hingga hampir tersandung kakinya sendiri.
                  Di luar rumah Rune dan Anita, yang jelas telah menjadi
              tempat parkir Skoda putih itu tadi, terdapat dua puntung
              rokok di tanah. Ove memungut kedua puntung rokok itu
              seakan mereka adalah petunjuk dalam kasus kriminal tingkat
              tinggi.

                  “Halo, Ove.” Dia mendengar suara  Anita, tampak
              berusaha hati-hati, di belakangnya.
                  Ove berbalik menghadapnya. Perempuan itu berdiri
              di undakan, berbalut kardigan kelabu. Tampaknya seakan
              kardigan itu sedang berupaya memeluk tubuh Anita, seperti
              dua tangan yang mencengkeram sebatang sabun basah.
                  “Ya, ya. Halo,” jawab Ove.


                                        133
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143