Page 16 - E-Modul Keanekaragaman Hayati berbasis Etnobotani Tumbuhan Bumbu dan Rempah Masakan Suku Bali di Sunda Kelapa
P. 16
18. Rujak Salam, serai, cabai 3 spesies
Kuah rawit. tumbuhan
Pindang
19. Sate Kelapa, ketumbar, 9 spesies
Languan kencur, cabai rawit, tumbuhan
salam, pala, merica,
bawang putih, dan
bawang merah.
20. Komoh Kencur, jahe, 11 spesies
kunyit, kelapa, laos, tumbuhan
bawang putih,
kencur, jeruk,
kemiri, lada.
Pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa masakan Etnis Bali banyak menggunakan
tumbuhan lokal sebagai bumbu dan rempah pada masakan khas Etnis Bali.. Hal ini
didukung oleh pernyataan Pujawan (2017) bahwa pangan tradisional memiliki nilai yang
sangat strategis yaitu ikut mempercepat proses diversifikasi konsumsi pangan yang
beragam, bergizi, serta aman. Hal ini disebabkan karena pangan tradisional jumlahnya
banyak, jenisnya beragam dan memiliki nilai gizi yang cukup, serta aman dikonsumsi
karena dalam pengolahannya pada umumnya tidak menggunakan bahan tambahan kimia
yang berbahaya. Di samping itu bahan-bahan yang digunakan adalah bersifat lokal (tidak
diimpor) sehingga tidak tergantung kepada daerah atau negara lain,
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa masyarakat Suku Bali di Sunda
Lelapa masih sangat menjaga kekhasan makanannya. Hal ini terlihat dari penggunaan
tumbuhan bumbu dan rempah dalam pengolahan makanan khas suku balu. Hasil wawancara
dan observasi terdapat 13 famili tumbuhan yang terdiri dari 19 spesies tumbuhan yang
dgunakan masyarakat Suku Bali. Adapun bagian organ tumbuhan bumbu dan rempah yang
digunakan pada masakan oleh masyarakat Suku Bali berupa buah, batang, daun, biji, umbi
dan rimpang dengan beragam pemanfaatan seperti penambah cita rasa, pengawet, aromatic
dan pewarna. Berikut merupakan dari jenis-jenis tumbuhan bumbu dan rempah pada
masakan Masyarakat Suku Bali di Sunda Kelapa.
12