Page 130 - Filosofi dan Teori Pendidikan Vokasi Dalam Menciptakan Peserta Didik Menghadapi Dunia Kerja - First Wanita
P. 130
individuals for gainful employment as semi-
skilled or skilled worker or technicians in
recognized occupations” (Thompson, 1973:109).
Definisi dari Thompson di atas membangun
pengertian bahwa pendidikan vokasi adalah pelatihan
teknis atau pelatihan kembali di sekolah atau di kelas
yang mendapat supervisi atau pengawasan dan
pengendalian oleh badan atau agen pendidikan lokal
semacam dinas pendidikan. Pendidikan vokasi dan
kejuruan tanpa pelatihan teknis adalah tidak mungkin.
Pendidikan vokasi dan kejuruan akan dapat membangun
keterampilan peserta didik bilamana dilakukan
pengulangan-pengulangan. Melalui pengulangan
kembali seseorang dapat meningkatkan dan
memperbaiki keterampilan. Pelatihan kembali juga dapat
diartikan dengan pemberian pelatihan baru bagi pekerja
yang sudah aktif bekerja.
Pelatihan kembali diperlukan untuk peningkatan
kompetensi teknis para pekerja aktif. Pendidikan
kejuruan dan vokasi sangat perlu disupervisi. Supervisi
pendidikan kejuruan dan vokasi diarahkan untuk
meningkatkan segala bentuk proses koordinasi
penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi dan
pendidikan berbasis dunia kerja. Melalui supervisi,
kepala sekolah dapat mengembangkan kemampuan
kepemimpinannya dalam membangun jejaring
kerjasama keluar bersama dunia usaha dan dunia
industri dan kedalam bersama para guru dan instruktur
dan teknisi. Supervisi dapat meningkatkan pengalaman
dan pendalaman guru dalam mengajar dan melatih siswa
120

