Page 35 - E MODUL Pastry Bakery Kelas XI
P. 35

invers) sudah cukup untuk memproduksi gas hingga 5 jam (Waktu Fermentasi Massal
                      atau Bulk Ferment Time = BFT). Jika kandungan gula tepung terigu rendah, maka dapat

                      ditambahkan malt pada formula, sehingga Waktu Fermentasi Massal yang diperlukan
                      menjadi  lebih  lama.  Kandungan  air  pada  tepung  terigu  berkisar  antara  11  –  15  %.
                      Proporsi  alami  kandungan  air  biji  gandum  tergantung  pada  kondisi  pertumbuhan,

                      penyimpanan dan penggilingan gandum. Gandum merupakan tanaman biji-bijian yang
                      memiliki  butiran  keras  sehingga  untuk  mempermudah  proses  penggilingan  perlu

                      direndam dalam air. Berdasarkan peraturan kandungan air tepung terigu di Australia
                      maksimum  15%.  Kandungan  lemak  pada  tepung  terigu  berkisar  1-2%.  Lemak
                      mengandung karoten, pewarna pigmen tepung.

                      Enzyme yang terdapat pada tepung terigu antara lain:
                      a) Diastatik - Amilase : yang mengubah pati menjadi gula.

                      b)  Proteolitik:  memecah  protein  Enzyme  berfungsi  untuk  melembutkan  gluten,
                      mengurangi toleransi adonan yang menyebabkan produk roti bantet (collaps), terutama
                      pada produk yang menggunakan gandum utuh (whole grains).

                      Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengembangan tepung gandum antara lain:
                       a) Kuantitas dan kualitas gluten
                       b)  Kapasitas  enzim  diastatik,  yang  mempengaruhi  kemampuan  mengubah  pati

                         menjadi     gula yang digunakan sebagai bahan
                  2.  Ragi  untuk  mengembangkan  adonan  dengan  menghasilkan  gas  CO2  dan
                      memperlunak  gluten  dengan  asam  yang  dihasilkan  serta  memberi  rasa  dan  aroma

                      pada roti.
                      Baker’s  yeast  merupakan  yeast/ragi  dari  species  Saccharomyces  cerevisiae,  yang

                      diproduksi khusus untuk memproduksi makanan beragi. Yeast merupakan organisme
                      uniseluler namun sel yeast mengandung enzim yang mampu melakukan serangkaian
                      reaksi kimia yang rumit. Yeast merupakan organisme hidup, sehingga sangat mudah

                      rusak. Oleh karena itu yeast harus disimpan pada suhu penyimpanan yang optimal.
                      Compressed  yeast  harus  disimpan  dalam  kondisi  gelap  dan  dingin,  paling  baik

                      digunakan  hingga  dua  minggu  setelah  pembuatan,  karena  setelah  waktu  tersebut
                      perlahan-lahan ragi akan hilang kekuatannya. Ragi akan mengubah gula menjadi etil
                      alkohol (etanol) dan karbondioksida (CO2). Aktivitas ragi akan terhambat pada suhu di
                      atas 45 °C , dan ragi akan mati pada suhu di atas 55 °C. Ragi kaya kandungan protein

                      dan vitamin B. Ragi tidak boleh kontak langsung dengan garam, gula atau lemak.







                                                           31
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40