Page 28 - Modul Teknik Pengeringan 2021
P. 28
PH optimum untuk aktivitas PPO adalah antara 6 dan 7 sehingga
untuk pH ≤ 4 menjadi tidak aktif. Oleh karena itu disarankan penambahan
asam sitrat atau askorbat untuk menurunkan pH. Di sisi lain, senyawa sulfur
(paparan uap yang dihasilkan dari pembakaran belerang atau mencelupkan
dalam larutan bisulfit atau metabisulfit dalam air) juga telah digunakan untuk
menghindari reaksi kecoklatan. Namun, dalam beberapa kasus, kita harus
memperhatikan konsentrasi yang digunakan untuk menghindari rasa yang
tidak menyenangkan. Akhirnya, aktivitas PPO juga terhambat tanpa adanya
oksigen, yang mana pengurangan konsentrasi oksigen dari atmosfir
pengeringan juga bermanfaat, seperti ketika pengeringan dilakukan di bawah
vakum.
Pencoklatan Non-Enzimatik
Non-enzymatic browning (NEB) adalah serangkaian reaksi kimia yang
terjadi selama proses termal, menghasilkan perubahan warna, tekstur,
senyawa antioksidan dan aroma. Proses non-enzimatik yang paling penting
adalah karamelisasi, yang melibatkan pirolisis gula, dan reaksi Maillard.
Reaksi Maillard melibatkan asam amino dan gula pereduksi yang
mengakibatkan pembentukan melanoidin, dengan akibatnya hilangnya nilai
gizi. Reaksi ini mulai dari 70 ºC dan kecepatannya tergantung pada jenis gula
yang ada dalam makanan. Juga makanan dengan aktivitas air dalam kisaran
0,5-0,8 lebih rentan terhadap kecoklatan non-enzimatik. Reaksi karamelisasi
terjadi dengan gula untuk suhu lebih tinggi dari 120 ºC yang berasal dari
produk gelap bernama karamel.
Louis Maillard adalah ahli kimia Prancis yang pertama kali
menggambarkan MR, pada tahun 1913, sedangkan John E. Hodge adalah
yang pertama menggambarkan jalur kimianya, pada tahun 1953. Tahap awal
reaksi Maillard melibatkan reaksi antara gula pereduksi dan kelompok amino
bebas (misalnya asam amino, polipeptida dan protein) untuk memberikan
glukosamin tersubstitusi-N, yang kemudian disusun kembali untuk
membentuk produk Amadori dan Heyn. reaksi Maillard adalah jaring
kompleks reaksi kimia paralel dan berurutan, yang terkait dengan
karakteristik produk (misalnya PH, kadar air, dan lainnya) serta parameter
22