Page 17 - Learning to train Tapak Suci
P. 17

memberikan  berbagai  pengalaman  gerak  (multilateral  training)  dalam  bentuk
                      perlombaan  dan  permainan,  (2)  Memicu  perkembangan  seluruh  panca  indra.  (3)

                      mengembangkan imajinasi/fantasi (Enung, 2010)


                                   Maturation                          performance
                                                                          High
                           Stage of Development        Junior Athletes   Multilateral Developmnet

                                                                    Specialied training

                                   Childhood


                              Gambar 6. Bagan tahapan pengembangan keterampilan (T. O. Bompa &

                                                     Buzzichelli, 2019)
                            Menjadi  sebuah  landasan  untuk  perkembangan  atlet,  berkembang  dari

                      pelatihan multilateral menjadi pelatihan khusus saat atlet dewasa pada tahap Training
                      to  Win,  hal  ini  menjadi  syarat  penting  untuk  memaksimalkan  kinerja  olahraga  (

                      Bompa & Buzzichelli, 2019; Balyi et al., 2013; Seiler & Kjerland, 2006). Gambar 2.7

                      mengilustrasikan model konseptual untuk pendekatan model latihan jangka panjang
                      dalam  long  term  atlet  development.  Perkembangan  latihan  multilateral  menjadi

                      pondasi  dari  program  latihan  atlet  pemula.  Variasi  latihan  yang  dilakuakan  atlet
                      selama pengembangan multilateral memungkinkan perkembangan system fisiologis

                      anak  secara  keseluruhan.  Latihan  –  latihan  yang  memfokuskan  pada  fase  letihan
                      neuromuskuler,  kardiovaskular,  dan energi  diaktifkan  dengan  berbagai  cara  untuk

                      memungkinkan  perkembangan  yang  seimbang  dalam  masa  pertumbuhan.  Setelah

                      tercapainya perkembangan fisiknya, atlet akan melanjutkan ke tahap perkembangan
                      kedua, yang ditandai dengan tingkat spesialisasi yang lebih tinggi.

                   B.  Learning to Train


                            Dalam bukunya Periodization: theory and methodology of training, 5th ed (T.

                      O. Bompa & Buzzichelli, 2019) menyebutkan bahwa factor pelatihan dalam setiap
                      cabang  olahraga  terdiri  dari  fisik,  teknik,  taktik  dan  mental.  Faktor  pelatihan  ini

                      dilalui  secara  hirarkis,  artinya  periodisasi  dalam  proses  pelatihannya  berurutan

                      dimulai dari fisik, teknik, taktik, dan mental. Latihan fisik harus disesuaikan dengan
                      karakteistik perkembangan fisik atlet, kerap kali pemahaman pelatih pemula empat

                      factor fisik, teknik, taktik dan mental dalam memperoleh kemenangan dalam sakali





                                                                                                              17
                                                                   Tapak Suci Putera Muhammadiyah
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22