Page 34 - Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan
P. 34
esuatu yang aneh pasti telah terjadi, sebab suatu malam ia dipaksa
Suntuk mengawini Dewi Ayu. Ia tengah tidur mendengkur ketika
sebuah mobil Collibri berhenti di depan rumahnya, dan suara mesin-
nya yang mendengus-dengus di tengah malam buta cukup untuk
mem buatnya terbangun. Lelaki tua itu, Ma Gedik, belum juga terbe-
bas dari rasa terkejut, ketika kejutan berikutnya datang seperti topan
ba dai: seorang jawara turun dari mobil itu, dengan golok terayun-ayun
di pinggangnya, menendang anjing kampung peliharaan si lelaki tua
yang tidur tepat di depan pintu membuat si anjing memberontak dan
menggonggong nyaring siap bertarung, tapi usahanya segera sia-sia se-
bab seorang lelaki lain, tampaknya pe ngemudi Collibri itu, menem-
baknya dengan senapan. Anjing itu melolong sebentar sebelum mati,
nyaris pada saat yang sama si jawara menendang pintu papan sengon
gubuk rumah si lelaki tua yang segera terkulai pada sebuah engsel.
Gubuk itu sangat gelap, dihuni lebih banyak codot dan cicak dari-
pada manusia. Di sana hanya ada dua ruangan yang terlihat samar-samar
dengan cahaya bulan dari pintu yang terbuka: sebuah kamar tidur de-
ngan seorang lelaki tua duduk di ujung dipan kebingungan dan sebuah
dapur di mana sebuah tungku dengan abu nyaris memenuhi rongganya
berada. Sarang laba-laba malang-me lintang di sana-sini, hanya me-
ninggalkan sedikit ruang yang meru pakan rute si lelaki tua pergi ke
tungku dan tempat tidur dan pintu ke luar. Si jawara yang kemudian
dibuat terbatuk-batuk oleh bau pesing yang melebihi bau apa pun di
kandang kuda dan babi men jumput segenggam daun kelapa kering dari
tumpukan di dekat tungku, melipatnya dan membakar ujungnya dengan
korek gas menjadikannya obor. Seketika ruangan jadi benderang dengan
27
Cantik.indd 27 1/19/12 2:33 PM